Menunggu 10 Tahun, Pemkab Gresik Bangun Jalur Karangrejo-Mengare
Senin, 10 Agustus 2020 - 09:59 WIB
loading...
Proses pengerjaan pemeliharaan jalan Karangrejo – Mengare di Kecamatan Manyar dan Bungah. Foto/SINDOnews/ashadi ik
A
A
A
GRESIKPEMKAB GRESIK - Pemkab Gresik mulai melakukan pemeliharaan jalan jalur Karangrejo-Sembayat. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan TR) mengganggarkan Rp1,2 Miliar.
Pelaksana proyek dari CV. Cipta Karya Abadi mulai melakukan pengerjaan. Satu alat berat diturunkan ke lokasi untuk meratakan dan memadatkan tanah.
Pemeliharaan tidak dilakukan penuh. Karena, masih terganjal persoalan tanah warga. Ada warga yang tidak mau tanahnya dijadikan jalan umum. "Karena kita berhubungan dengan warga, ada warga yang tidak mau kesenggol tanahnya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Gunawan, Senin (10/8/2020).
Gunawan menyampaikan, tahun ini jalur akses menuju Mengare hanya dilakukan pemeliharaan. Tahun 2021 mendatang rencanakan akan dibahas total. (Baca juga: Jelang Belajar Tatap Muka, 4 Guru di Surabaya Diketahui Positif COVID-19 )
Termasuk menyelesaikan tanah milik warga. Semua pihak terkait akan dikumpulkan, juga warga yang mengaku sebagai pemilik tanah itu. "Nanti warga itu mau apa tidak, gara-gara masalah sepele mengalahkan kepentingan umum," ujarnya.
Pelaksana proyek dari CV. Cipta Karya Abadi mulai melakukan pengerjaan. Satu alat berat diturunkan ke lokasi untuk meratakan dan memadatkan tanah.
Pemeliharaan tidak dilakukan penuh. Karena, masih terganjal persoalan tanah warga. Ada warga yang tidak mau tanahnya dijadikan jalan umum. "Karena kita berhubungan dengan warga, ada warga yang tidak mau kesenggol tanahnya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Gunawan, Senin (10/8/2020).
Gunawan menyampaikan, tahun ini jalur akses menuju Mengare hanya dilakukan pemeliharaan. Tahun 2021 mendatang rencanakan akan dibahas total. (Baca juga: Jelang Belajar Tatap Muka, 4 Guru di Surabaya Diketahui Positif COVID-19 )
Termasuk menyelesaikan tanah milik warga. Semua pihak terkait akan dikumpulkan, juga warga yang mengaku sebagai pemilik tanah itu. "Nanti warga itu mau apa tidak, gara-gara masalah sepele mengalahkan kepentingan umum," ujarnya.
Lihat Juga :