Kisah Tragis Runtuhnya Kerajaan Majapahit usai Raden Patah Berkuasa di Demak
Jum'at, 22 Desember 2023 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Konon Raden Kanduruwan lebih tua daripada Raden Trenggana. Dalam perebutan takhta itu, Sultan Trenggono berhasil memenangkannya.
Perebutan tahta antara putra-putra Jin Bun atau Raden Patah pada tahun 1521 itu memberikan kesempatan baik kepada Bupati Majapahit Girindrawardhana untuk membebaskan diri dari Demak.
Namun, dia tidak lagi mempunyai bala tentara semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit. Satu-satunya harapan ialah bantuan orang- orang Portugis dari Malaka. Bantuan yang diharapkan tidak datang. Mereka takut meninggalkan Malaka.
Baca Juga: Kisah Sultan Malaka Salah Strategi Pertahankan Wilayahnya dari Serangan Portugis
Alasannya pertama, mereka baru saja menangkis serangan dari Demak di bawah kekuasaan Pati Unus raja kedua Demak. Kedua, sikap Sultan Mahmud Syah dari Kesultanan Malaka, yang masih sangat mencurigakan. Tentara sultan Mahmud setiap saat dapat datang menyerang.
Perebutan tahta antara putra-putra Jin Bun atau Raden Patah pada tahun 1521 itu memberikan kesempatan baik kepada Bupati Majapahit Girindrawardhana untuk membebaskan diri dari Demak.
Namun, dia tidak lagi mempunyai bala tentara semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit. Satu-satunya harapan ialah bantuan orang- orang Portugis dari Malaka. Bantuan yang diharapkan tidak datang. Mereka takut meninggalkan Malaka.
Baca Juga: Kisah Sultan Malaka Salah Strategi Pertahankan Wilayahnya dari Serangan Portugis
Alasannya pertama, mereka baru saja menangkis serangan dari Demak di bawah kekuasaan Pati Unus raja kedua Demak. Kedua, sikap Sultan Mahmud Syah dari Kesultanan Malaka, yang masih sangat mencurigakan. Tentara sultan Mahmud setiap saat dapat datang menyerang.
Lihat Juga :