Hayandralab Gelar Webinar Penatalaksanaan Kanker Payudara

Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:58 WIB
loading...
A A A
Kanker payudara menempati posisi teratas sebagai kanker yang tersering terjadi pada wanita di seluruh dunia. Bahkan para pria pun masih memiliki risiko terkena kanker payudara, walapun dalam prosentase yang jauh lebih kecil.

Kepala Departemen Medik Ilmu Bedah FKUI-RSCM yang juga merupakan konsultan di Klinik Hayandra Dr dr Sonar S Panigoro, SpB(Onk), MEpid, MARS, menjelaskan, tentang pentingnya deteksi dini pada kanker payudara.

Sonar mengatakan, pada saat kanker terdeteksi secara klinis, jumlah sel kanker biasanya sudah melebihi 1 milyar sel. Dengan deteksi dini, diharapkan kanker payudara ditemukan pada stadium awal sehingga penderita dapat terhindar dari tindakan kemoterapi dan radiasi.

Kanker kolorektal merupakan jenis kanker lain yang menempati urutan ke 3 dalam hal insidens, namun merupakan penyebab kematian akibat kanker ke 2 tertinggi di dunia.

Kepala SMF Bedah Digestif dari RS Kanker Dharmais, dr Fajar Firsyada SpB KBD, menjelaskan, terapi kanker kolorektal yang sudah menyebar (metastasis) menjadi lebih kompleks serta harus menimbang banyak hal. Seperti usia, penyakit penyerta, pertimbangan operasi atau tidak operasi serta jenis obat adjuvant mana yang dapat diberikan.

"Pemeriksaan biomarker dapat membantu mengoptimalkan pemilihan terapi, mengurangi efek samping obat-obatan, meningkatkan kualitas hidup serta meningkatkan kepatuhan berobat," kata dia.

Doktor bidang Ilmu Biomedik sekaligus CEO Klinik Hayandra dan HayandraLab Dr dr Karina SpBP-RE mengungkapkan, peran Terapi T Cell dan NK Cell dalam Pengobatan Kanker Padat (Solid Cancer). Kanker merupakan penyakit yang memerlukan berbagai macam modalitas terapi. Multimodalitas terapi ini dipelajari saat berupaya mengobati ibundanya yang terkena kanker di tahun 2006.

Salah satu yang dipelajarinya di Jepang adalah mengenai sel pertahanan tubuh (sel imun). Di mana berbagai sel imun alami seperti sel T, sel NK dan sel NKT dari darah penderita sendiri (terapi autologus), ternyata bisa diaktifkan dan diperbanyak di laboratorium cGMP seperti HayandraLab.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hayandra Gelar Webinar...
Hayandra Gelar Webinar Menjaga Kesehatan Wanita di Masa Menopause
Rekomendasi
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Berita Terkini
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved