Hayandralab Gelar Webinar Penatalaksanaan Kanker Payudara

Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:58 WIB
loading...
Hayandralab Gelar Webinar...
Doktor bidang Ilmu Biomedik sekaligus CEO Klinik Hayandra dan HayandraLab Dr dr Karina SpBP-RE saat membahas peran Terapi T Cell dan NK Cell dalam Pengobatan Kanker Padat (Solid Cancer). Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkontrol. Menurut data yang dikeluarkan World Health Organization (WHO), pada tahun 2014, terdapat 14 juta kasus baru dengan 1 dari 6 orang penderita meninggal dunia.

Hal ini menjadikan kanker sebagai salah satu penyakit tidak menular yang memiliki angka kematian tertinggi di dunia, bersama dengan penyakit jantung dan kardiovaskular serta diabetes melitus. (Baca juga: Penanganan Komprehensif Penyakit Saraf terkait Diabetes Melitus )

Riset yang terus berkembang di bidang medis menelurkan banyak teknologi baru di bidang kanker, termasuk untuk deteksi dini pada kanker.

Untuk itu, HayandraLab menggelar Webinar berjudul Penatalaksanaan Kanker Payudara dan Kanker Kolorektal, Minggu (9/8/2020). (Baca juga: Mengenal Stem Cell, Apa Sih Itu? )

Scientific Director HayandraLab Jakarta Imam Rosadi Msi, setiap individu memiliki variasi DNA, dimana sebagian dari variasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kanker. Untuk meredam tingginya risiko kanker tersebut, maka perlu dilakukan pencegahan dengan mendeteksi kanker melalui pemeriksaan DNA.

Salah satu teknologi mutakhir untuk deteksi dini kanker pada DNA adalah menggunakan teknologi HY-Gene, genetic-related disease test dari HayandraLab. Teknologi ini merupakan teknik in house pertama di Indonesia yang menerapkan Next Generation Sequencing (NGS) yang berasal dari California, Amerika Serikat.

Metode NGS ini telah digunakan oleh banyak negara maju untuk Human Genome Project (HGP). Imam mengatakan, teknologi yang digunakan oleh HayandraLab ini sangat sensitif dan akurat untuk mendeteksi adanya mutasi yang terkait dengan penyakit pada DNA. Dengan teknik ini, DNA akan dibaca berulang sebanyak 300 kali agar menghasilkan hasil yang valid dan lebih reliable atau dapat dipercaya.

“Hanya dengan 3 mL darah, DNA dapat dianalisis dan potensi risiko terhadap 74 jenis kanker. Serta lebih dari 40 sindrom dan disorder pada tubuh dapat diketahui. Hasil analisis ini tentunya akan membantu masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan secara dini,” kata Imam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hayandra Gelar Webinar...
Hayandra Gelar Webinar Menjaga Kesehatan Wanita di Masa Menopause
Rekomendasi
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Berita Terkini
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved