Kisah Gerakan Perlawanan Ratu Adil Inspirasi Pangeran Diponegoro Perangi Belanda
Kamis, 07 Desember 2023 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, ia sampai berani mengatakan, bahwa seorang wali Islam di tanah Jawa, seperti Sunan Bonang, dan seorang pengikut dari Sultan Ottoman, Umar Moyo, akan membantunya sebagai "panglima lapangan" di Semarang dan Kedu.
Hal itu sebagaimana dikutip dari "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855". Kedua tokoh besar itu akan membantunya dalam "memurnikan" Tanah Jawa, yang berupa pengusiran orang- orang Eropa dan Tianghoa.
Dengan memantaskan dirinya sebagai Imam Mahdi yang datang, la memerintahkan kepada para pengikutnya untuk bergerak ke pusat pertenunan milik etnis Tionghoa di Jono, Bagelen, dimana terdapat sejumlah pedagang Tionghoa yang kaya dari ekspor tekstil.
Baca Juga: Kisah Keangkeran Hutan Lodoyo Blitar Jadi Kerajaan Harimau Siluman
Namun, sebelum peristiwa ini terjadi, Mahdi bersama 36 orang pengikutnya ditangkap. Setelah diinterogasi dengan berbagai pertanyaan, ia dinyatakan tidak bisa berbicara dalam bahasa Arab sepatah kata pun. Ia hanya bisa berbahasa Jawa dengan aksen Yogyakarta yang kental.
Hal itu sebagaimana dikutip dari "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855". Kedua tokoh besar itu akan membantunya dalam "memurnikan" Tanah Jawa, yang berupa pengusiran orang- orang Eropa dan Tianghoa.
Dengan memantaskan dirinya sebagai Imam Mahdi yang datang, la memerintahkan kepada para pengikutnya untuk bergerak ke pusat pertenunan milik etnis Tionghoa di Jono, Bagelen, dimana terdapat sejumlah pedagang Tionghoa yang kaya dari ekspor tekstil.
Baca Juga: Kisah Keangkeran Hutan Lodoyo Blitar Jadi Kerajaan Harimau Siluman
Namun, sebelum peristiwa ini terjadi, Mahdi bersama 36 orang pengikutnya ditangkap. Setelah diinterogasi dengan berbagai pertanyaan, ia dinyatakan tidak bisa berbicara dalam bahasa Arab sepatah kata pun. Ia hanya bisa berbahasa Jawa dengan aksen Yogyakarta yang kental.
Lihat Juga :