Pedang Luwuk Blambangan, Pusaka Sakti Andalan Rempeg Jogopati dari Darah Perawan
Sabtu, 02 Desember 2023 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Gagang biasanya terbuat dari tanduk kerbau ataupun banteng. Materialnya terbuat dari batuan meteorit yang jelas mengandung mineral silica kompleks. Berbagai unsur logam mulai dari nikel, baja, besi hingga titanium terkandung dalam batuan tersebut.
Baca Juga: Mengenal 7 Pusaka Sakti Legendaris Nusantara, Nomor 5 Dipakai Panembahan Senopati
Namun seperti pusaka kuno pada zaman dahulu, pembuatan senjata yang juga disebut Tosan Aji ini tidak bisa dilakukan dengan ala kadarnya.
Serangkaian proses ritual harus dilakukan agar empu pusaka ini bisa 'nurut' dan berfungsi ampuh digunakan bertarung.
Salah satu rahasia yang membuat pedang ini ampuh adalah bilah yang dibaluri dengan bisa ular Luwuk atau ular Viper Hijau. Tanpa disabetkan pedang ini sudah menghasilkan efek luar biasa hingga membuat lawan berkelimpangan.
Salah satu ritual lain yakni saat pembuatan, bilah pedang juga dibaluri darah haid pertama gadis yang masihperawan. Mulai dari penentuan hari, pantangannya saat membuat pusaka ini, dibacakan doa dan mantra tujuannya agar pusaka berfungsi kepada pemegangnya.
Dulunya benda pusaka semacam itu, kerap digunakan sebagai benda pelengkap sebuah ritual. Kini fungsinya telah bergeser, menjadi benda koleksi karena nilai estetikanya dan bukti warisan leluhur. Saat ini menjadi koleksi agar tetap lestari.
Baca Juga: Mengenal 7 Pusaka Sakti Legendaris Nusantara, Nomor 5 Dipakai Panembahan Senopati
Namun seperti pusaka kuno pada zaman dahulu, pembuatan senjata yang juga disebut Tosan Aji ini tidak bisa dilakukan dengan ala kadarnya.
Serangkaian proses ritual harus dilakukan agar empu pusaka ini bisa 'nurut' dan berfungsi ampuh digunakan bertarung.
Salah satu rahasia yang membuat pedang ini ampuh adalah bilah yang dibaluri dengan bisa ular Luwuk atau ular Viper Hijau. Tanpa disabetkan pedang ini sudah menghasilkan efek luar biasa hingga membuat lawan berkelimpangan.
Salah satu ritual lain yakni saat pembuatan, bilah pedang juga dibaluri darah haid pertama gadis yang masihperawan. Mulai dari penentuan hari, pantangannya saat membuat pusaka ini, dibacakan doa dan mantra tujuannya agar pusaka berfungsi kepada pemegangnya.
Dulunya benda pusaka semacam itu, kerap digunakan sebagai benda pelengkap sebuah ritual. Kini fungsinya telah bergeser, menjadi benda koleksi karena nilai estetikanya dan bukti warisan leluhur. Saat ini menjadi koleksi agar tetap lestari.
(ams)
Lihat Juga :