Kesaktian Aman Dimot, Pejuang Aceh yang Tetap Hidup Meski Dilindas Tank
Rabu, 22 November 2023 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Dari perjalanan pasukan itu, hanya di jalur Takengon-Waq, yang mencapai sejauh 60 km, pasukan diangkut menggunakan truk dilengkapi dengan beberapa pucuk senjata api dan sebagian besar pedang.
Ini merupakan gelombang ke-15 atau terakhir pemberangkatan pejuang dari Aceh Tengah, untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, di luar daerah menjelang pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia.
Tanggal 26 Juli 1949, Bagura menuju tiga binanga dan Kalibata. Tanggal 30 Juli 1949 pukul 08.00 nampak iringan-iringan pasukan tentara Belanda di Raja Merahe, menggunakan 25 truk, dan dua buah tank masing-masing di depan dan dibelakang pasukan.
Baca juga: Denpasar Gempar! Orok Bayi Ditemukan Terlindas Kendaraan di Jalan
Kekuatan personel tentara Belanda diperkirakan 600 orang, dengan persenjataan lengkap. Koordinator Bagura memerintahkan anggota pasukan siap siaga di pematang menanti pasukan Belanda di Tikungan patah Jalan Kutacane-Kabanjahe.
Aman Dimot berada di pematang bukit bersemak, dari situ tampak jelas gerakan musuh. Aman Dimot serta beberapa pejuang lainnya, siap siaga dengan senapan dan pedang. Ketika tank Belanda paling depan melintas, Koordinator Bagura memberi komando penyerbuan dengan teriakan diiringi tembakan.
Pang Aman Dimot, dan pejuang lainnya dengan cepat melompat menyerang dan naik ke atas tank, serta truk tentara Belanda. Sementara yang lain menyerang tentara Belanda di truk-truk di belakangnya, dan yang sedang melompat serta tiarap di parit jalan.
Pertempuran terjadi hingga siang hari, kemudian koordinator Bagura memberi komando agar pasukan mundur, sebab anggota pasukan Bagura semakin lelah dan dari kejauhan nampak pasukan bala bantuan tentara Belanda, dengan cepat menuju lokasi pertempuran.
Anggota pasukan lainnya mundur secara teratur, sementara Pang Aman Dimot sendiri terus melawan tentara Belanda, tidak menghiraukan perintah mundur. Koordinator Bagura berteriak memanggil Aman Dimot untuk mundur, namun tidak dihiraukannya.
Baca juga: Viral! Pensiunan Polisi Ngamuk dan Sebar Uang Ratusan Juta di Depan Kantor Bank
Aman Dimot bertambah lelah dan lemah. Dia kemudian dikepung tentara Belanda. Serdadu Belanda yang mengepungnya kaget karena dia tidak mempan ditembak dan dilukai kelewang pasukan. Namun Aman Dimot akhirnya berhasil ditangkap kemudian diseret dengan tank. Lalu dilindas oleh tank tersebut.
Ajaibnya, saat dilindas tank, Aman Dimot tetap hidup. Tentara Belanda kemudian memasukkan granat dalam mulutnya, dan meledak. Pang Aman Dimot akhirnya gugur, jenazahnya kemudian dimakamkan di taman Makam Pahlawan Kaban Jahe.
Ini merupakan gelombang ke-15 atau terakhir pemberangkatan pejuang dari Aceh Tengah, untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, di luar daerah menjelang pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia.
Tanggal 26 Juli 1949, Bagura menuju tiga binanga dan Kalibata. Tanggal 30 Juli 1949 pukul 08.00 nampak iringan-iringan pasukan tentara Belanda di Raja Merahe, menggunakan 25 truk, dan dua buah tank masing-masing di depan dan dibelakang pasukan.
Baca juga: Denpasar Gempar! Orok Bayi Ditemukan Terlindas Kendaraan di Jalan
Kekuatan personel tentara Belanda diperkirakan 600 orang, dengan persenjataan lengkap. Koordinator Bagura memerintahkan anggota pasukan siap siaga di pematang menanti pasukan Belanda di Tikungan patah Jalan Kutacane-Kabanjahe.
Aman Dimot berada di pematang bukit bersemak, dari situ tampak jelas gerakan musuh. Aman Dimot serta beberapa pejuang lainnya, siap siaga dengan senapan dan pedang. Ketika tank Belanda paling depan melintas, Koordinator Bagura memberi komando penyerbuan dengan teriakan diiringi tembakan.
Pang Aman Dimot, dan pejuang lainnya dengan cepat melompat menyerang dan naik ke atas tank, serta truk tentara Belanda. Sementara yang lain menyerang tentara Belanda di truk-truk di belakangnya, dan yang sedang melompat serta tiarap di parit jalan.
Pertempuran terjadi hingga siang hari, kemudian koordinator Bagura memberi komando agar pasukan mundur, sebab anggota pasukan Bagura semakin lelah dan dari kejauhan nampak pasukan bala bantuan tentara Belanda, dengan cepat menuju lokasi pertempuran.
Anggota pasukan lainnya mundur secara teratur, sementara Pang Aman Dimot sendiri terus melawan tentara Belanda, tidak menghiraukan perintah mundur. Koordinator Bagura berteriak memanggil Aman Dimot untuk mundur, namun tidak dihiraukannya.
Baca juga: Viral! Pensiunan Polisi Ngamuk dan Sebar Uang Ratusan Juta di Depan Kantor Bank
Aman Dimot bertambah lelah dan lemah. Dia kemudian dikepung tentara Belanda. Serdadu Belanda yang mengepungnya kaget karena dia tidak mempan ditembak dan dilukai kelewang pasukan. Namun Aman Dimot akhirnya berhasil ditangkap kemudian diseret dengan tank. Lalu dilindas oleh tank tersebut.
Ajaibnya, saat dilindas tank, Aman Dimot tetap hidup. Tentara Belanda kemudian memasukkan granat dalam mulutnya, dan meledak. Pang Aman Dimot akhirnya gugur, jenazahnya kemudian dimakamkan di taman Makam Pahlawan Kaban Jahe.
(eyt)
Lihat Juga :