Keterlaluan! Guru Ngaji di Semarang Cabuli Santri
Sabtu, 18 November 2023 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum ada TPQ, P mengajar di rumahnya. Namun, karena anak didiknya makin banyak maka menyewa tempat di lingkungan RT 1. Ketua RT 1, Towaf mengatakan, ada beberapa polwan sempat mencari keterangan, menanyai sejumlah anak yang diduga para korban.
Baca juga: 5 Pria di Malang Lakukan Penculikan dan Pemerasan hingga Korban Tewas Bunuh Diri
Bahkan, Towah mengaku rumahnya sempat jadi tempat para polwan dari Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang, untuk meminta keterangan anak-anak itu. "Jumat (17/11/2023) kemarin, sempat dikumpulkan di sini," ungkapnya.
Kabar itu membuatnya terkejut. Sebab, setahu dia, P dikenal sebagai tokoh agama di lingkungan, kerap berkhotbah di masjid kampung ataupun memberikan berbagai nasihat. "Terkejut, tidak terpikir sama sekali," sambungnya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan membenarkan hal itu. "Sudah ditangani PPA (Unit PPA). Masih kami dalami untuk kepastian jumlah korbannya," katanya.
Baca juga: 5 Pria di Malang Lakukan Penculikan dan Pemerasan hingga Korban Tewas Bunuh Diri
Bahkan, Towah mengaku rumahnya sempat jadi tempat para polwan dari Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang, untuk meminta keterangan anak-anak itu. "Jumat (17/11/2023) kemarin, sempat dikumpulkan di sini," ungkapnya.
Kabar itu membuatnya terkejut. Sebab, setahu dia, P dikenal sebagai tokoh agama di lingkungan, kerap berkhotbah di masjid kampung ataupun memberikan berbagai nasihat. "Terkejut, tidak terpikir sama sekali," sambungnya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan membenarkan hal itu. "Sudah ditangani PPA (Unit PPA). Masih kami dalami untuk kepastian jumlah korbannya," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :