Kisah Kedekatan Pangeran Diponegoro dengan Raden Ronggo Jadi Inspirasi Perlawanan ke Belanda
Kamis, 16 November 2023 - 05:56 WIB
loading...
A
A
A
Kata bantheng secara harfiah berarti "banteng", tetapi dapat diterjemahkan secara perumpamaan sebagai "pelaga".
Nyatanya, rujukan "banteng" cocok mengingat lambang tradisional Kota Madiun dan keluarga bupati utamanya adalah seekor banteng hitam dengan punuk besar yang berbaring di puncak tiang persegi empat di simpang empat.
Raden Ronggo ketika memimpin perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda nyaris seusia dengan Pangeran Diponegoro, seorang bangsawan muda Yogyakarta yang tercerahkan.
Raden Ronggo dikenal memiliki jaringan erat dengan berbagai kelompok Islam-Jawa di wilayahnya dan siap terjun berjuang, daripada wafat menyedihkan sebagai seorang tawanan penguasa Eropa.
Raden Ronggo menjadi panutan bagi Pangeran Diponegoro ketika dia menghadapi situasi ekonomi dan politik yang serupa di jantung Jawa tengah-selatan dalam dasawarsa menjelang Perang Jawa.
Dalam banyak hal, Raden Ronggo adalah seorang kesatria, pangeran wirayuda. Dengan demikian, tidak mengherankan bahwa Diponegoro telah memperlakukan Raden Ronggo sebagai "saudara sedarah" dan "pahlawan terakhir" Kesultanan Yogyakarta.
Nyatanya, rujukan "banteng" cocok mengingat lambang tradisional Kota Madiun dan keluarga bupati utamanya adalah seekor banteng hitam dengan punuk besar yang berbaring di puncak tiang persegi empat di simpang empat.
Raden Ronggo ketika memimpin perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda nyaris seusia dengan Pangeran Diponegoro, seorang bangsawan muda Yogyakarta yang tercerahkan.
Raden Ronggo dikenal memiliki jaringan erat dengan berbagai kelompok Islam-Jawa di wilayahnya dan siap terjun berjuang, daripada wafat menyedihkan sebagai seorang tawanan penguasa Eropa.
Raden Ronggo menjadi panutan bagi Pangeran Diponegoro ketika dia menghadapi situasi ekonomi dan politik yang serupa di jantung Jawa tengah-selatan dalam dasawarsa menjelang Perang Jawa.
Dalam banyak hal, Raden Ronggo adalah seorang kesatria, pangeran wirayuda. Dengan demikian, tidak mengherankan bahwa Diponegoro telah memperlakukan Raden Ronggo sebagai "saudara sedarah" dan "pahlawan terakhir" Kesultanan Yogyakarta.
(ams)
Lihat Juga :