Diterjang Banjir, Rumah Nenek di Wajo Roboh Saat Ditinggal Salat
Rabu, 05 Agustus 2020 - 01:13 WIB
loading...
A
A
A
Selain ancaman kerusakan rumah warga akibat terjangan banjir yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan tersebut, kondisi para pengungsi di tenda pengungsian juga cukup memprihatinkan.
Mereka tidak punya pilihan selain tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya, karena tidak memungkinkan untuk menempati rumahnya yang kini terendam air banjir . Para pengungsi juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
(Baca juga: Dilindas Truk, Pemotor Meregang Nyawa di Jalur Grobogan-Blora )
"Kami sudah satu bulan berada di tenda pengungsian. Saat ini kami sering kehabisan air minum dan kesulitan mendapatkan makanan bayi," ujar salah satu pengungsi, Besse Suhaini.
Hingga saat ini ada ada 54 desa dan kelurahan di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo, masih terendam air banjir dengan ketinggian 30 cm-3 meter. Jumlah pengungsi mandiri sebanyak 21 jiwa, dan yang ada di Posko Pengungsian ada sebanyak 103 jiwa. Sedangkan yang terdampak banjir mencapai sebanyak 50.131 jiwa.
Mereka tidak punya pilihan selain tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya, karena tidak memungkinkan untuk menempati rumahnya yang kini terendam air banjir . Para pengungsi juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
(Baca juga: Dilindas Truk, Pemotor Meregang Nyawa di Jalur Grobogan-Blora )
"Kami sudah satu bulan berada di tenda pengungsian. Saat ini kami sering kehabisan air minum dan kesulitan mendapatkan makanan bayi," ujar salah satu pengungsi, Besse Suhaini.
Hingga saat ini ada ada 54 desa dan kelurahan di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo, masih terendam air banjir dengan ketinggian 30 cm-3 meter. Jumlah pengungsi mandiri sebanyak 21 jiwa, dan yang ada di Posko Pengungsian ada sebanyak 103 jiwa. Sedangkan yang terdampak banjir mencapai sebanyak 50.131 jiwa.
(eyt)
Lihat Juga :