Polda Jatim Belum Terima Aduan Kasus 'Fetish Kain Jarik'
Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:14 WIB
loading...
Polda Jatim telah membuka posko pengaduan bagi korban kasus fetish kain jarik berkedok riset yang dilakukan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Polda Jatim telah membuka posko pengaduan bagi korban kasus fetish kain jarik berkedok riset yang dilakukan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berinisial G. Posko pengaduan secara langsung tersebut melalui nomor telepon 082143578532.
(Baca juga: Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Korban Fetish Kain Jarik )
Sayangnya, hingga kini korps bhayangkara tersebut belum menerima aduan maupun laporan dari korban. Polda Jatim pun sudah meminta agar korban melapor ke polisi. Sehingga kasus yang viral di media sosial tersebut bisa diproses secara hukum.
"Kasus inisial G ini mendasari delik aduan. Jadi harus korban yang melapor baru bisa ditindaklanjuti menjadi proses penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Selasa (4/8/2020).
Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, telah menerima 15 aduan melalui help center yang dibuka terkait kasus pelecehan seksual fetish kain jarik. Meski telah menerima aduan, kampus negeri tersebut masih kesulitan menggali data. Sebab, rata-rata korban enggan membuka identitas mereka.
"Ya benar ada 15 aduan yang diterima Unair. Tapi itu masih sumir. Nanti secara teknis kita akan bahas yang dari Unair. Kita (dalam kasus ini) juga libatkan Unair dan ada psikolog juga," terang Truno.
(Baca juga: Menjaga Mutu Kopi Robusta Sridonoretno Agar Bersaing di Pasaran )
(Baca juga: Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Korban Fetish Kain Jarik )
Sayangnya, hingga kini korps bhayangkara tersebut belum menerima aduan maupun laporan dari korban. Polda Jatim pun sudah meminta agar korban melapor ke polisi. Sehingga kasus yang viral di media sosial tersebut bisa diproses secara hukum.
"Kasus inisial G ini mendasari delik aduan. Jadi harus korban yang melapor baru bisa ditindaklanjuti menjadi proses penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Selasa (4/8/2020).
Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, telah menerima 15 aduan melalui help center yang dibuka terkait kasus pelecehan seksual fetish kain jarik. Meski telah menerima aduan, kampus negeri tersebut masih kesulitan menggali data. Sebab, rata-rata korban enggan membuka identitas mereka.
"Ya benar ada 15 aduan yang diterima Unair. Tapi itu masih sumir. Nanti secara teknis kita akan bahas yang dari Unair. Kita (dalam kasus ini) juga libatkan Unair dan ada psikolog juga," terang Truno.
(Baca juga: Menjaga Mutu Kopi Robusta Sridonoretno Agar Bersaing di Pasaran )
Lihat Juga :