Menjaga Mutu Kopi Robusta Sridonoretno Agar Bersaing di Pasaran

Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:54 WIB
loading...
Menjaga Mutu Kopi Robusta...
Sekjen Seknas Aliansi Petani Indonesia (API), yang juga penasehat Menteri Desa PDTT, Muhammad Nurudin memberikan materi pelatihan untuk petani kopi di Desa Srimulyo. Foto/Dok. API
A A A
MALANG - Dampit, menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Malang, penghasil kopi robusta. Namun, dibutuhkan adanya peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasaran.

(Baca juga: Gairahkan UMKM Saat Pandemi COVID-19, Ini Upaya Pemkot Kediri )

Upaya meningkatkan kualitas kopi robusta Dampit tersebut, salah satunya dilakukan Sekretriat Nasional (Seknas) Aliansi Petani Indonesia (API) dengan menyelenggarakan lokakarya dan pelatihan bagi petani kopi .

Peserta lokakarya dan pelatihan ini adalah para petani kopi yang tergabung dalam koperasi Sridonoretno Makmur Bersama. Diselenggarakan di Aula Bambu Gereja GKJW Purwosari, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Senin-Selasa (3-4/8/2020).

(Baca juga: Demi Dapatkan Layanan Kesehatan, Warga Pasuruan Antre Pakai Batu )

Bertajuk Pengelolaan Pasca Panen dan Penjaminan Mutu Kopi Robusta, lokakarya dan pelatihan ini bertujuan meningkatkan hasil bagi petani kopi , dengan menghadirkan narasumber, Sekjen Seknas API yang juga penasehat Menteri Desa PDTT, Muhammad Nurudin; Edi Swasono pendiri dan pemilik Remboeg Pawon; serta barista asal Malang, Deni Pradana.

Produk kopi robusta Koperasi Sridonoretno mencapai 25 ton/tahun. Tetapi mutu kopi yang dihasilkan perlu ditingkatkan. Muhammad Nurudin, yang biasa disapa Gus Din mengatakan, isu ketelusuran dan keterlacakan greenbean kopi robusta menjadi tuntutan konsumen kopi.

"Petani perlu mendapatkan peningkatan kapasitas untuk memahami dan mempraktikkan, agar mutu kopi robusta produk Koperasi Sridonoretno bisa terjaga. Mereka sudah mempraktikkan, tetapi perlu menjaga agar kualitas kopi tetap terjaga dan semakin meningkat berdasarkan kebutuhan konsumen kopi robusta," tuturnya.

Melalui lokakarya dan pelatihan ini diharapkan pendapatan petani kopi semakin meningkat. "Petani kopi yang tergabung dalam koperasi ini dapat menjadi pelaku utama. Sebagai petani yang dapat mengatur kecukupan ekonominya. Menjadi kopi mandiri dan berdaya secara ekonomi," imbuh Gus Din.

Menjaga Mutu Kopi Robusta Sridonoretno Agar Bersaing di Pasaran


Proses pemanenan kopi menjadi bagian terpenting pengelolaan paska panen. Edi Swasono menjelaskan, Koperasi Sridonoretno harus memiliki bagian-bagian untuk melakukan tahapan-tahapan. Misalnya, memetakan kebutuhan pasar, tata cara pemanenan, pemilahan kualitas menjadi kopi special, premium, sampai asalan. Tahapan ini harus direncanakan oleh tim.

"Tidak kalah pentingnya, proses pemanenan memperhatikan siklus panen. Memulai panen, penyortiran, sampai pengemasan harus direncanakan berdasarkan agenda yang dikelola bersama," kata Edi Swasono.

Dalam lokakarya ini, petani juga mendapat materi simulasi penjaminan mutu. "Mereka kita ajari praktik uji kematangan buah kopi ceri merah, uji Standard Nasional biji kopi, penanganan kecacatan biji kopi , dan perencanan paska panen," kata Deni Pradana.

(Baca juga: Anggota dan Pegawai DPRD Gresik di-Rapid Test, Ada yang Reaktif )

Pelaksanaan lokakarya dan pelatihan ini didukung oleh AsiaDHRRA, IFAD, European Union, Kedai Remboeg Pawon, dan Koperasi Sridonoretno. Koperasi Sridonoretno beranggota 425 dari 18 kelompok petani kopi . Yang mengikuti pelatihan 24 orang yang sudah melakukan petik kopi ceri merah.

Menurut Ketua Koperasi Sridonoretno, Heryanto pelatihan ini dirasakan manfaatnya. Petani anggota koperasi dapat meningkatkan dalam praktik sehari-hari pemanenan dan paska panen. Pengetahuan dan pengalaman ini menjadi modal untuk mengembangkan pengelolaan paska panen dan penjaminan mutu.

Manfaat pengelolaan pasca panen dan penjaminan mutu menjadi bagian penguatan petani kopi . "Wilayah kerja Koperasi Sridonoretno mencakup desa Srimulyo, Sukodono, Baturetno. Terdapat 11 ribuan petani kopi Koperasi Sridonoretno berkewajiban mengembangkan hasil lokakarya dan pelatihan ini kepada mereka," tandas Heryanto.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Keselamatan Pekerja,...
Demi Keselamatan Pekerja, SPBUN Gelar Aksi Damai di Lereng Ijen
Perusakan Kebun Kopi...
Perusakan Kebun Kopi di Bondowoso Bikin Warga Kehilangan Nafkah
Kawasan Kebun Kopi Desa...
Kawasan Kebun Kopi Desa Bangelan Malang Bisa Jadi Herritage Dunia
Bertemu Ryan Wibawa,...
Bertemu Ryan Wibawa, Pj Gubernur Jabar Bangga Kopi Sukawangi Excelsa Sumedang Mendunia
Onwer Kopi Selangit...
Onwer Kopi Selangit Tewas Ditikam Maling
Momen Wamenparekraf...
Momen Wamenparekraf Angela Nyeruput Kopi Racikan Barista Surabaya
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
Harga Bahan Baku Naik,...
Harga Bahan Baku Naik, CW Coffee Justru Luncurkan 4 Menu Baru Seri Tunjangan Produktif
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
Rekomendasi
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Berita Terkini
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved