Legenda dan Asal-usul Danau Maninjau, Pembuktian Sumpah Siti Rasani dan Giran
Kamis, 21 September 2023 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Anak laki-laki biasanya bekerja di ladang dan perempuan bertugas memasak dan bebenah rumah. Seiring berjalannya waktu, Bujang Sembilan dengan segala kemampuannya pun bisa meraup panen dengan hasil yang melimpah.
Di sisi lain, Siti Rasani tumbuh menjadi putri yang cantik dan baik hati. Suatu hari dia sering bertemu dengan pemuda bernama Giran dan akhirnya saling tumbuh rasa cinta di antara keduanya. Kemudian mereka pun memberanikan diri untuk berbicara dengan keluarganya masing-masing.
Hubungan keduanya pun berlangsung baik hingga proses panen raya tiba. Dalam acara tersebut Kukuban selaku keluarga perempuan pun berhadapan dengan Giran untuk adu ketangkasan dalam bersilat.
Giran pun menangkis serangan dari Kukuban yang membuat kakinya patah. Kukuban merasa seperti dipermalukan. Ia pun menyimpan rasa dendam terhadap calon kakak iparnya itu.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Banyuwangi, Kota yang Berkaitan Erat dengan Kerajaan Blambangan
Suatu hari Datuk Limbatang pun datang untuk menyampaikan niat Giran meminang Siti Rasani. Kukuban pun menolak secara tegas lantaran masih menyimpan rasa dendam terhadap Giran.
Kedua sejoli itu pun pergi mencari solusi yang akan mereka lakukan nantinya. Secara tidak sadar, ketika duduk di pinggir sungai pun ada tanaman berduri yang merobek pakaian Siti Rasani. Dengan sigap Giran pun mencabutnya.
Pada waktu yang sama, Bujang Sembilan dan warga pun datang. Mereka mengira Siti Rasani dan Giran sedang berbuat asusila yang melanggar norma dalam masyarakat setempat.
Di sisi lain, Siti Rasani tumbuh menjadi putri yang cantik dan baik hati. Suatu hari dia sering bertemu dengan pemuda bernama Giran dan akhirnya saling tumbuh rasa cinta di antara keduanya. Kemudian mereka pun memberanikan diri untuk berbicara dengan keluarganya masing-masing.
Hubungan keduanya pun berlangsung baik hingga proses panen raya tiba. Dalam acara tersebut Kukuban selaku keluarga perempuan pun berhadapan dengan Giran untuk adu ketangkasan dalam bersilat.
Giran pun menangkis serangan dari Kukuban yang membuat kakinya patah. Kukuban merasa seperti dipermalukan. Ia pun menyimpan rasa dendam terhadap calon kakak iparnya itu.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Banyuwangi, Kota yang Berkaitan Erat dengan Kerajaan Blambangan
Suatu hari Datuk Limbatang pun datang untuk menyampaikan niat Giran meminang Siti Rasani. Kukuban pun menolak secara tegas lantaran masih menyimpan rasa dendam terhadap Giran.
Kedua sejoli itu pun pergi mencari solusi yang akan mereka lakukan nantinya. Secara tidak sadar, ketika duduk di pinggir sungai pun ada tanaman berduri yang merobek pakaian Siti Rasani. Dengan sigap Giran pun mencabutnya.
Pada waktu yang sama, Bujang Sembilan dan warga pun datang. Mereka mengira Siti Rasani dan Giran sedang berbuat asusila yang melanggar norma dalam masyarakat setempat.
Lihat Juga :