Pidato KH Hasyim Asya'ari Bangkitkan Kekuatan NU saat PKI Mulai Menebar Teror di Madiun
Selasa, 19 September 2023 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Dalam khutbah iftitahnya di acara pembukaan Muktamar ke-17 NU di Madiun tersebut, Mbah Hasyim juga berseru kepada seluruh umat Islam untuk bergerak, menyatukan kekuatan, dan merapatkan barisan.
Baca juga: F-16 TNI AU Bakal Terlibat Pertempuran dengan F-35 RAAF di Langit Manado, Ini Kata Danlanud Sam Ratulangi
"Bergerak dan bangkitlah wahai saudaraku para ulama, kuatkan barisanmu, satukan seluruh kekuatanmu, tetaplah tegar dan percayalah bahwa tidak sedikit golongan yang kecil mampu mengalahkan golongan besar hanya karena kehendak Allah, karena Allah selalu bersama orang yang sabar".
Seruan Kiai Hasyim Asy'ari dalam Muktamar NU di Madiun tersebut, sontak mendorong NU mengonsolidasikan seluruh kekuatan NU dan pesantren. Konsolidasi kekuatan termasuk melibatkan pasukan Hizbullah dan Sabilillah di daerah yang baru pulang dari medan perang melawan Sekutu di Surabaya dan Ambarawa.
Konsolidasi kekuatan NU bertujuan meningkatkan keamanan warganya, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai ancaman yang kemungkinan terjadi. Kalangan muda NU yang tergabung dalam Hizbullah dan Sabilillah memikul tugas baru. "Yaitu melindungi masyarakat dan aparat negara dari ancaman kelompok komunis (PKI atau FDR)".
Pemberontakan PKI Madiun meletus pada 18 September 1948, namun dalam waktu cepat berhasil dipadamkan. Muso sebagai pimpinan tertinggi PKI tewas dalam kontak tembak dengan pasukan TNI di wilayah Ponorogo.
Sementara Amir Sjarifuddin yang juga turut memimpin pemberontakan berdarah di Madiun tersebut, berhasil ditangkap dan kemudian dieksekusi. Mantan Perdana Menteri Indonesia di era pemerintahan Soekarno atau Bung Karno itu ditembak mati.
Baca juga: F-16 TNI AU Bakal Terlibat Pertempuran dengan F-35 RAAF di Langit Manado, Ini Kata Danlanud Sam Ratulangi
"Bergerak dan bangkitlah wahai saudaraku para ulama, kuatkan barisanmu, satukan seluruh kekuatanmu, tetaplah tegar dan percayalah bahwa tidak sedikit golongan yang kecil mampu mengalahkan golongan besar hanya karena kehendak Allah, karena Allah selalu bersama orang yang sabar".
Seruan Kiai Hasyim Asy'ari dalam Muktamar NU di Madiun tersebut, sontak mendorong NU mengonsolidasikan seluruh kekuatan NU dan pesantren. Konsolidasi kekuatan termasuk melibatkan pasukan Hizbullah dan Sabilillah di daerah yang baru pulang dari medan perang melawan Sekutu di Surabaya dan Ambarawa.
Konsolidasi kekuatan NU bertujuan meningkatkan keamanan warganya, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai ancaman yang kemungkinan terjadi. Kalangan muda NU yang tergabung dalam Hizbullah dan Sabilillah memikul tugas baru. "Yaitu melindungi masyarakat dan aparat negara dari ancaman kelompok komunis (PKI atau FDR)".
Pemberontakan PKI Madiun meletus pada 18 September 1948, namun dalam waktu cepat berhasil dipadamkan. Muso sebagai pimpinan tertinggi PKI tewas dalam kontak tembak dengan pasukan TNI di wilayah Ponorogo.
Sementara Amir Sjarifuddin yang juga turut memimpin pemberontakan berdarah di Madiun tersebut, berhasil ditangkap dan kemudian dieksekusi. Mantan Perdana Menteri Indonesia di era pemerintahan Soekarno atau Bung Karno itu ditembak mati.
(eyt)
Lihat Juga :