Kisah Mbah Suro, Antek PKI yang Coba Bangkit Lewat Praktik Dukun Klenik
Selasa, 19 September 2023 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
Catatan peneliti asing Herbert Feith dalam Pemilihan Umum 1955 di Indonesia menyebut, perolehan suara PKI dalam Pemilu 1955 di Karesidenan Pati sebanyak 235.000 suara.
Perolehan suara PKI menempati posisi ketiga di bawah PNI sebanyak 322.000 suara dan NU sebanyak 285.000 suara. Sementara di Karasidenan Bojonegoro Jawa Timur, perolehan suara PKI mencapai 289.000 suara atau menempati posisi kedua.
Baca Juga: Kisah Mbah Samian, Penyapu Ranjau Belanda dan Pembasmi Pasukan PKI Muso
Perolehan suara terbanyak diraih Masyumi, yakni 300.000 suara. Sedangkan PNI dan NU masing-masing hanya meraup 155.000 suara dan 131.000 suara.
Pasca peristiwa G30S PKI gerakan Mbah Suro di Randublatung Blora dipantau secara khusus oleh tim intelijen. Mbah Suro juga diketahui sering memakai nama Mulyono dengan catatan kelahiran 1921.
Perguruan Nginggil yang ia dirikan, yakni berkedok praktek klenik, diketahui tiba-tiba memiliki banyak pengikut. Dalam setiap hari tempatnya didatangi banyak orang dari Kediri, Malang, Madiun, Surabaya, Semarang, dan Surabaya.
Terungkap, Mbah Suro merupakan bekas tentara bentukan PKI dalam peristiwa Madiun 1948. Praktek klenik yang didirikan hanya kamuflase untuk membangkitkan kembali gerakan PKI.
Perolehan suara PKI menempati posisi ketiga di bawah PNI sebanyak 322.000 suara dan NU sebanyak 285.000 suara. Sementara di Karasidenan Bojonegoro Jawa Timur, perolehan suara PKI mencapai 289.000 suara atau menempati posisi kedua.
Baca Juga: Kisah Mbah Samian, Penyapu Ranjau Belanda dan Pembasmi Pasukan PKI Muso
Perolehan suara terbanyak diraih Masyumi, yakni 300.000 suara. Sedangkan PNI dan NU masing-masing hanya meraup 155.000 suara dan 131.000 suara.
Pasca peristiwa G30S PKI gerakan Mbah Suro di Randublatung Blora dipantau secara khusus oleh tim intelijen. Mbah Suro juga diketahui sering memakai nama Mulyono dengan catatan kelahiran 1921.
Perguruan Nginggil yang ia dirikan, yakni berkedok praktek klenik, diketahui tiba-tiba memiliki banyak pengikut. Dalam setiap hari tempatnya didatangi banyak orang dari Kediri, Malang, Madiun, Surabaya, Semarang, dan Surabaya.
Terungkap, Mbah Suro merupakan bekas tentara bentukan PKI dalam peristiwa Madiun 1948. Praktek klenik yang didirikan hanya kamuflase untuk membangkitkan kembali gerakan PKI.
Lihat Juga :