Kisah Pilu Mariana, TKI Lombok Timur yang Bekerja di Suriah Tanpa Gaji 4 Tahun
Senin, 18 September 2023 - 14:00 WIB
loading...
Mariana (36), TKI asal Selong, Lombok Timur, NTB bekerja selama 14 tahun di Suriah tanpa gaji. Foto/MPI/Ramli Nuriwang
A
A
A
LOMBOK TIMUR - Mariana (36) tak bisa menahan haru setelah bertemu dengan keluarga di kampung halamannya di Desa Lenek Pesiraman, Lombok Timur pada 2 September 2023. Dia bisa bertemu keluarga setelah 14 tahun hilang tanpa kabar merantau menjadi TKI di negara konflik, Suriah.
Setibanya di Suriah pada tahun 2009 silam, Mariana mengaku tak bisa mengabari keluarga karena handpone kecil yang dibawanya rusak dan kehilangan nomor kontak.
”Hp kecil itu rusak, semua kontak hilang. Saya gak tahu lagi ke mana nyari nomor keluarga,” kata Mariana usai menerima petugas dari Kemlu dan BP2MI yang menyerahkan separo gaji yang dititip majikan tempatnya bekerjanya pada Senin (18/9/2023).
Baca Juga: Menparekraf Dorong TKI Jadi Duta Pariwisata Indonesia
Selama 14 bekerja di Suriah, kata Mariana, sudah dua kali ganti majikan. Tapi ironisnya, majikan pertama tak sepeser dia menerima gaji selama 4 tahun bekerja. ”Saya sakit, sedih tak bisa menelepon keluarga dan alhamdulillah sekarang sudah bisa bertemu ibu dan keluarga,” ucapnya.
Setibanya di Suriah pada tahun 2009 silam, Mariana mengaku tak bisa mengabari keluarga karena handpone kecil yang dibawanya rusak dan kehilangan nomor kontak.
”Hp kecil itu rusak, semua kontak hilang. Saya gak tahu lagi ke mana nyari nomor keluarga,” kata Mariana usai menerima petugas dari Kemlu dan BP2MI yang menyerahkan separo gaji yang dititip majikan tempatnya bekerjanya pada Senin (18/9/2023).
Baca Juga: Menparekraf Dorong TKI Jadi Duta Pariwisata Indonesia
Selama 14 bekerja di Suriah, kata Mariana, sudah dua kali ganti majikan. Tapi ironisnya, majikan pertama tak sepeser dia menerima gaji selama 4 tahun bekerja. ”Saya sakit, sedih tak bisa menelepon keluarga dan alhamdulillah sekarang sudah bisa bertemu ibu dan keluarga,” ucapnya.
Lihat Juga :