Kisah Haru Soeharto Pimpin Iringan Jenazah Jenderal Soedirman
Sabtu, 28 September 2024 - 15:10 WIB
loading...
Jenazah Jenderal Soedirman saat disemayamkan di rumah duka Magelang pada 29 Januari 1950. Foto/ANRI
A
A
A
KISAH haru menyelimuti perjalanan terakhir Panglima Besar Jenderal Soedirman yang wafat pada 29 Januari 1950.
Jenderal Soedirman sedang melaksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Ikada pada November 1946. Foto/ANRI
Kala itu, duka mendalam berpulangnya Soedirman terjadi setelah pengakuan kedaulatan RI dan berkibarnya Sang Merah Putih menggantikan bendera Belanda.
Baca juga: Wudhu dan Sholat, Jimat Jenderal Soedirman yang Melindunginya Dalam Setiap Pertempuran
Jenderal Soedirman yang merupakan mantan guru, siang itu masih sempat memeriksa rapor putra-putrinya. Namun, belum sempat beliau menandatangani rapor tersebut, beliau tiba-tiba diserang sakit hebat.
Segala upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa sang Panglima, namun takdir berkata lain. Jenderal Soedirman menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 18.30 sore itu.
Kepergian Jenderal Soedirman bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, istri, dan ketujuh putra-putrinya yang masih kecil. Seluruh jajaran angkatan bersenjata kehilangan seorang pemimpin besar yang menjadi teladan.

Jenderal Soedirman sedang melaksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Ikada pada November 1946. Foto/ANRI
Kala itu, duka mendalam berpulangnya Soedirman terjadi setelah pengakuan kedaulatan RI dan berkibarnya Sang Merah Putih menggantikan bendera Belanda.
Baca juga: Wudhu dan Sholat, Jimat Jenderal Soedirman yang Melindunginya Dalam Setiap Pertempuran
Jenderal Soedirman yang merupakan mantan guru, siang itu masih sempat memeriksa rapor putra-putrinya. Namun, belum sempat beliau menandatangani rapor tersebut, beliau tiba-tiba diserang sakit hebat.
Segala upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa sang Panglima, namun takdir berkata lain. Jenderal Soedirman menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 18.30 sore itu.
Kepergian Jenderal Soedirman bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, istri, dan ketujuh putra-putrinya yang masih kecil. Seluruh jajaran angkatan bersenjata kehilangan seorang pemimpin besar yang menjadi teladan.
Lihat Juga :