Inilah 13 Nama Raja Majapahit dari Awal Berdiri hingga Masa Keruntuhan

Kamis, 14 September 2023 - 09:09 WIB
loading...
A A A

9. Girishawardhana (1456-1466 M)


Menurut Pararaton, setelah wafatnya Rajasawardhana pada tahun 1453, Majapahit mengalami kekosongan pemerintahan selama tiga tahun. Baru pada tahun 1456, Girishawardhana Bhre Wengker naik takhta bergelar Bhra Hyang Purwawisesa.

Saat memimpin Majapahit, ia banyak menghadapi serangan dari Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah, putra Brawijaya V dari permaisuri yang beragama Islam. Namun, Girishawardhana berhasil mempertahankan Majapahit dari serangan Demak, tetapi kekuasaannya semakin melemah.

Pada masa pemerintahannya, terjadi juga bencana gunung meletus yang mewarnai pemerintahannya. Pada tahun 1466, Bhra Hyang Purwawisesa meninggal dunia dan dicandikan di Candi Waji, Puri, Mojokerto.

10. Suraprabhawa (1466-1468)


Suraprabhawa adalah maharaja Majapahit yang memerintah tahun 1466-1468, bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta1. Ia adalah putra bungsu Dyah Kertawijaya, raja Majapahit sebelumnya, dan istrinya bernama Rajasawardhanadewi Dyah Sripura.

Masa pemerintahan Suraprabhawa ditandai oleh kemunduran dan keruntuhan Majapahit. Ia menghadapi pemberontakan dan perpecahan di berbagai wilayah kekuasaannya, seperti Bali, Lombok, Sunda, Palembang, dan Malaka2. Ia juga harus menghadapi ancaman dari Kesultanan Demak yang terus menyerang dan merebut wilayah-wilayah Majapahit di Jawa.

Suraprabhawa pun tidak mampu mengatasi krisis yang melanda kerajaannya dan akhirnya meninggal pada tahun 1468.

Setelah kematian Suraprabhawa, Majapahit terpecah menjadi dua faksi yang saling bertikai. Salah satu faksi dipimpin oleh Bhre Kertabhumi, putra mahkota Rajasawardhana, yang mengklaim sebagai raja Majapahit dengan gelar Brawijaya V.

11. Bhre Kertabumi (1468 -1478 M)


Raja yang satu ini adalah anak Purwawisesa dari permaisuri Dyah Singamurti. Ia menggulingkan kakaknya Brawijaya IV dan naik tahta sebagai raja Majapahit.

Bhre Kertabumi pernah menghadapi serangan dari Kerajaan Demak yang semakin kuat dan ingin menguasai Jawa. Ia juga berusaha menjalin hubungan baik dengan Cina dan mengirimkan utusan ke sana.

12. Girindrawardhana (1478-1489 M)


Girindrawardhana Dyah Ranawijaya naik tahta pada tahun 1478, setelah kematian Suraprabhawa, raja Majapahit sebelumnya yang diyakini sebagai ayahnya. Ia menghadapi persaingan dengan Bhre Kertabhumi, putra mahkota Rajasawardhana, yang mengklaim sebagai raja Majapahit dengan gelar Brawijaya V.

Girindrawardhana adalah gelar yang dipakai oleh beberapa raja Majapahit yang berasal dari Keling-Kadiri. Salah satunya adalah Dyah Ranawijaya, yang dianggap sebagai raja terakhir Majapahit yang berkuasa secara mandiri.

Raja ke-12 Majapahit ini berhasil mengalahkan Bhre Kertabhumi pada tahun 1478 dan menyatukan kembali Majapahit. Ia juga berhasil mempertahankan wilayah Majapahit dari serangan Kesultanan Demak, yang dipimpin oleh Raden Patah, putra Brawijaya V

Ketika memerintah, ia berusaha memulihkan kejayaan Majapahit, tetapi tidak berhasil. Girindrawardhana akhirnya tewas dalam pertempuran melawan pasukan Demak yang menyerang kembali Majapahit.

13. Patih Udara (1489-1527 M)


Patih Udara sendiri merupakan patih Majapahit yang menjadi raja terakhir kerajaan ini. Ia naik tahta setelah kematian Girindrawardhana.

Ketika menjadi seorang raja, Patih Udara banyak menghadapi kesulitan, seperti serangan-serangan dari Kerajaan Demak yang semakin agresif. Patih Udara meninggal pada tahun 1527 dan digantikan oleh putranya, Menak Sapetak.

Namun, kekuasaan Majapahit semakin melemah dan tidak mampu menahan serbuan Demak yang terus berlanjut. Pada tahun 1528, Demak berhasil merebut Daha, ibu kota Majapahit saat itu, dan mengakhiri keberadaan Majapahit sebagai kerajaan besar di Nusantara.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved