Inilah 13 Nama Raja Majapahit dari Awal Berdiri hingga Masa Keruntuhan

Kamis, 14 September 2023 - 09:09 WIB
loading...
A A A
Selain itu, ia juga berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Sumatra dan Semenanjung Malaya.

4. Hayam Wuruk (1350-1389 M)


Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Kepiawaian dan kebijaksanaannya dalam hal mengatur pemerintahan membuat namanya tetap harum sebagai raja yang paling berprestasi sepanjang sejarah kerajaan di nusantara.

Baca Juga 4 Fakta Raja Jayanegara, Penguasa Kedua Majapahit yang Banyak Dibenci Orang

Diterangkan dalam kitab Negarakertagama bahwa pada masa kepemimpinannya, kehidupan politik kerajaan Majapahit begitu tenang dan aman. Ia selalu berkeliling desa untuk melihat langsung kehidupan rakyatnya.

Hayam Wuruk memimpin kerajaan dengan bijaksana dan adil sehingga ia dikenal sebagai raja yang sangat disegani oleh rakyatnya. Ia juga dikenal sebagai raja yang sangat pandai dalam bidang diplomasi sehingga mampu menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga.

5. Wikramawardhana (1389-1429 M)


Wikramawardhana putra kesayangan Raja Hayam Wuruk dari permaisuri Paduka Sori. Dalam riwayatnya, dia menggantikan ayahnya menjadi raja dan memerintah Majapahit sejak tahun 1389 hingga 1429 Masehi.

Saat menjadi raja, Wikramawardhana menghadapi pemberontakan dari Bhre Wirabhumi, putra Hayam Wuruk dari selirnya Indreswari, yang mengklaim hak atas tahta Majapahit. Pemberontakan ini dikenal sebagai Perang Paregreg dan berlangsung selama 12 tahun.

Meski demikian, Wikramawardhana sendiri lebih dikenal sebagai raja yang bijaksana dan pandai dalam bidang diplomasi. Ia juga dikenal sebagai raja yang sangat mencintai seni dan budaya.

6. Suhita (1429-1447 M)


Selanjutnya ada Raja Suhita. Raja yang satu ini merupakan anak Wikramawardhana dari permaisuri Srengganawati. Ia menjadi raja Majapahit setelah ayahnya meninggal karena wabah pes.

Ketika menjadi pemimpin Majapahit, menghadapi ancaman dari Kerajaan Blambangan yang berusaha melepaskan diri dari pengaruh Majapahit. Ia juga mengirimkan utusan ke Cina untuk menjalin hubungan dagang.

Sementara itu, Suhita dikenal sebagai sosok yang pendendam dan memberikan hukuman penggal kepada Raden Gajah (Bhra Narapati). Selama memimpin, Sri Suhita didampingi oleh suaminya, Bhra Hyang Parameswara Ratna Pangkaja.

7. Kertawijaya (1447-1451 M)


Kertawijaya adalah raja ketujuh Kerajaan Majapahit yang memerintah dari tahun 1447 hingga 1451 Masehi. Ia adalah adik bungsu dari Ratu Suhita, raja sebelumnya. Sebelum menjadi raja, Kertawijaya pernah menjadi Bhre Tumapel, yaitu menggantikan kakaknya yang meninggal awal tahun 1427.

Kertawijaya naik takhta menggantikan Suhita pada tahun 1447. Pada masa pemerintahannya, sering terjadi gempa bumi dan gunung meletus. Juga terjadi peristiwa pembunuhan penduduk Tidung Galating oleh keponakannya, yaitu Bhre Paguhan putra Bhre Tumapel.

Selain itu, Kerawijaya juga berusaha memperbaiki hubungan dengan Kerajaan Blambangan yang sempat bermusuhan dengan Suhita. Di sisi lain, ia juga menghadapi serangan dari Kerajaan Demak yang mulai menunjukkan kekuatannya.

8. Rajasawardhana (1451-1453 M)


Rajasawardhana merupakan anak Kertawijaya dari permaisuri Dyah Pitaloka Citraresmi. Ia secara resmi menjadi raja Majapahit setelah ayahnya meninggal.

Rajasawardhana dikenal sebagai raja yang bijaksana dan pandai dalam bidang diplomasi. Namun ia hanya memerintah selama dua tahun sebelum meninggal karena sakit.Pada masa pemerintahannya, terjadi peristiwa penting seperti pengiriman duta besar ke Tiongkok pada tahun 1452.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Rekomendasi
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Berita Terkini
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved