5 Fakta Ricuh Bentrokan Warga dan Aparat di Pulau Rempang

Kamis, 14 September 2023 - 08:39 WIB
loading...
5 Fakta Ricuh Bentrokan...
Ribuan warga berunjuk rasa terkait rencana pengembangan Pulau Rempang dan Galang menjadi kawasan ekonomi baru di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/8/2023). FOTO/ANTARA/TEGUH PRIHATNA
A A A
JAKARTA - Ada sejumlah fakta tragedi bentrok Pulau Rempang antara warga dan aparat keamanan. Tragedi bentrok ini terjadi pada Kamis (7/9/2023) lalu.

Kejadian ini didasari sikap penolakan warga terhadap pembangunan kawasan Rempang Eco City di lokasi tersebut.

Warga diketahui berkumpul dan memblokir akses tim gabungan yang hendak mengukur lahan dan memasang patok. Namun, momen ini justru berakhir dengan bentrokan antara warga dan pihak keamanan yang bertugas.

Fakta Tragedi Bentrok Pulau Rempang Batam


1. Penyebab Bentrok


Ribuan warga Pulau Rempang terlibat bentrok dengan aparat keamanan Kota Batam. Suasana semakin kacau ketika pihak berwenang menembakkan gas air mata guna membubarkan kumpulan massa.

Baca Juga Tolak Relokasi, Warga Pulau Rempang dan Pulau Galang Blokade Jalan

Terkait alasannya, bentrokan ini terjadi setelah penolakan masyarakat adat Pulau Rempang atas pembangunan kawasan industri di lahan seluas 17.000 hektare. Pembangunan yang dilabeli proyek strategis nasional untuk membangun kawasan industri, perdagangan, dan wisata itu adalah bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2023 sebagai Rempang Eco City.

Setelah berkumpul, bentrokan tak terhindarkan ketika tim gabungan berusaha menerobos barikade masyarakat yang berjaga di Jembatan IV Barelang Pulau Rempang. Dalam hal ini, mereka menolak dilakukannya pengukuran dan pemasangan batok di wilayah tersebut.

2. Ada Tembakan Gas Air Mata


Saat bentrok tak terhindarkan, pihak berwenang sempat menambakkan gas air mata. Hal ini mereka tujukan guna memecah massa yang berkumpul sangat banyak.

Baca Juga Buntut Kericuhan di Rempang, Jokowi Perintahkan Bahlil Beri Penjelasan ke Warga

Tembakan gas air mata lantas membuat kerumunan massa menjadi bubar. Tak hanya membuat para warga panik, tembakan gas air mata tersebut juga berimbas kepada anak-anak yang bersekolah di dekat lokasi bentrok.

3. Kepolisian Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa


Brigjen Pol Ahmad Ramadhan selaku Karo Penmas Divisi Humas Polri menegaskan tidak ada korban luka berat maupun ringan dalam bentrokan antara warga dan aparat gabungan di Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) beberapa waktu lalu. Lebih jauh, pihaknya menyatakan bahwa informasi yang menarasikan seperti adanya bayi tewas saat bentrokan tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

Selain itu, Ramadhan juga menyebut bahwa usai bentrokan, situasi di Rempang telah terkendali alias aman dan kondusif. Dia juga mengklaim pihaknya telah memberikan pemahaman kepada masyarakat sebelum terjadinya bentrokan itu.

4. Mendapat Banyak Komentar Beragam


Tragedi bentrok Pulau Rempang yang terjadi mendapat perhatian banyak pihak. Mereka pun memberikan reaksi dan komentar yang beragam.

Salah satunya disampaikan Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi). Mereka meyakini bahwa Polri sudah bertindak profesional dalam menangani bentrokan di Pulau Rempang, Batam.

Baca Juga Batam Mencekam! Bentrok Pecah di Pulau Rempang, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bikin Pelajar Pingsan

Lebih lanjut, mereka menyebut terjadinya bentrok dikarenakan kurangnya pendekatan BP Batam terhadap warga. Alhasil yang menjadi dampaknya adalah bentrok antara warga dan aparat keamanan tersebut.

Di sisi lain, Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menyampaikan 6 pernyataan sikap atas bentrokan yang terjadi di Pulau Rempang, Batam. Menurutnya, bentrokan ini tidak mencerminkan demokrasi.

Tak hanya itu, Alissa juga mengecam tindakan penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan. Menurutnya, senjata tersebut tidak pantas digunakan sembarangan, apalagi diarahkan kepada masyarakat.

5. Reaksi Presiden Jokowi


Kabar bentrokan antara warga Pulau Rempang dan aparat memang mendapat banyak tanggapan, tak terkecuali dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui salah satu penuturannya, ia memerintahkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia guna menyelesaikan dan menjelaskan masalah terhadap warga Pulau Rempang.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut bentrokan yang terjadi dikarenakan bentuk komunikasi kurang baik antara aparat dan masyarakat.

"Ya itu bentuk komunikasi yang kurang baik," ucap Jokowi seperti dikutip pada Rabu (13/9/2023).

Itulah sejumlah fakta terkait tragedi bentrok Pulau Rempang antara warga dengan aparat keamanan.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Sampaikan Aspirasi,...
Sampaikan Aspirasi, Pekerja PTPN IV di Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara
Kementrans Perkuat Sinergi...
Kementrans Perkuat Sinergi Indonesia-Qatar untuk Pembangunan Sarana Pendidikan Terpadu di Rempang
UI Beri Edukasi Warga...
UI Beri Edukasi Warga Rawa Badak Selatan soal Advokasi Kepemilikan Lahan dan Kesadaran Hukum
Konvoi Bobotoh Ricuh!...
Konvoi Bobotoh Ricuh! Bentrok Pecah di Sejumlah Kota
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Langka, Korsel Protes...
Langka, Korsel Protes Amerika soal Jet Tempur AS dan China Nyaris Bentrok
Rekomendasi
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Berita Terkini
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved