Duh! Teganya Teman Akrab Menipu hingga Rp1 Miliar di Surabaya
Jum'at, 31 Juli 2020 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Perkara tahun 2017 ini diputus pada Mei 2020 dan melalui proses panjang, mulai dari pengadilan negeri dan banding ke pengadilan tinggi serta kasasi hingga ke Mahkamah Agung serta diputus pada Mei 2020.
Tak hanya di Balikpapan, terpidana ini juga melakukan dugaan penipuan di Surabaya atas kasus pemalsuan akta dengan obyek yang sama. Korban tertipu karena terpidana merupakan teman akrabnya. Akibatnya korban mengalami kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah. (BACA JUGA: Novak Djokovic Dinilai Layak Jadi Petenis Greatest of All Time)
Dari kronologi, korban bernama Liauw Edwin warga Surabaya dan pelaku berencana akan membeli tanah di Kalimantan Timur seluas empat hektare senilai hampir Rp1 miliar. Karena percaya, korban memberikan uang Rp1 miliar kepada pelaku.
“Namun setelah mengecek ke pemilik asli tanah, korban merasa tertipu karena lahan yang dibelinya ternyata hanya senilai Rp160 juta. Merasa tertipu, korban melaporkan ke Ditreskrimum Polda Jatim pada Februari 2020,” kata Tonny Suryo, kuasa hukum korban.
Akibat perbuatannya, pelaku kini diperiksa dan ditahan di Ditreskrimum Polda Jatim dengan kasus penipuan akta yang diancam hukuman tujuh tahun penjara.
Tak hanya di Balikpapan, terpidana ini juga melakukan dugaan penipuan di Surabaya atas kasus pemalsuan akta dengan obyek yang sama. Korban tertipu karena terpidana merupakan teman akrabnya. Akibatnya korban mengalami kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah. (BACA JUGA: Novak Djokovic Dinilai Layak Jadi Petenis Greatest of All Time)
Dari kronologi, korban bernama Liauw Edwin warga Surabaya dan pelaku berencana akan membeli tanah di Kalimantan Timur seluas empat hektare senilai hampir Rp1 miliar. Karena percaya, korban memberikan uang Rp1 miliar kepada pelaku.
“Namun setelah mengecek ke pemilik asli tanah, korban merasa tertipu karena lahan yang dibelinya ternyata hanya senilai Rp160 juta. Merasa tertipu, korban melaporkan ke Ditreskrimum Polda Jatim pada Februari 2020,” kata Tonny Suryo, kuasa hukum korban.
Akibat perbuatannya, pelaku kini diperiksa dan ditahan di Ditreskrimum Polda Jatim dengan kasus penipuan akta yang diancam hukuman tujuh tahun penjara.
(vit)
Lihat Juga :