Sebut Demokrasi Sebuah Permainan, Ridwan Kamil: This Is Complicated Game!
Jum'at, 01 September 2023 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil menjelaskan, sistem demokrasi yang dianut Indonesia menghasilkan setiap masyarakat memilih orang yang disukai, bukan orang yang pintar.
”Untuk disukai, tidak perlu pintar, tapi cukup pencitraan. Makanya bisnis pencitraan menjadi penting karena tiba-tiba yang ingin dipilih disukai. This is complicated game,” tuturnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sampaikan Aspirasi Terkait RUU Energi Baru Terbarukan
Sebaliknya, apabila memilih sesuai kapasitas, hal itu dinamakan meritokrasi. Hanya orang-orang terpilih yang nantinya akan memimpin.
”Demokrasi gak begitu. One man one vote. Apakah karena penampilannya, kesukuannya, maaf yah, agamanya, apakah wani pironya last minute, gak ada yang tau,” ujarnya.
”Untuk disukai, tidak perlu pintar, tapi cukup pencitraan. Makanya bisnis pencitraan menjadi penting karena tiba-tiba yang ingin dipilih disukai. This is complicated game,” tuturnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sampaikan Aspirasi Terkait RUU Energi Baru Terbarukan
Sebaliknya, apabila memilih sesuai kapasitas, hal itu dinamakan meritokrasi. Hanya orang-orang terpilih yang nantinya akan memimpin.
”Demokrasi gak begitu. One man one vote. Apakah karena penampilannya, kesukuannya, maaf yah, agamanya, apakah wani pironya last minute, gak ada yang tau,” ujarnya.
Lihat Juga :