Sejarah dan Asal-usul Makassar, Daerah Pemilik Julukan Kota Daeng
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga Mengenal Sejarah dan Asal-usul Singkawang, Kota Berjuluk Seribu Kelenteng di Kalimantan
Wilayah Makassar semakin berkembang menjadi salah satu kota niaga terkemuka. Perkembangan pesat bandar Makassar ini memiliki hubungan dengan perubahan pada tatanan perdagangan internasional masa itu.
Pengaruh Islam di Makassar masuk dan menyebar dengan kehadiran Abdul Ma’mur Khatib Tunggal atau Dato’ Ri Bandang yang berasal dari Minangkabau sekitar September 1605. Dia berjasa bisa mengislamkan Raja Gowa ke-XIV I Mangarangi Daeng Manrabia dengan gelar Sultan Alauddin.
Pada 9 November 1607, diadakan shalat Jumat pertama di Masjid Tallo dan dinyatakan secara resmi bahwa penduduk Kerajaan Gowa-Tallo telah memeluk agama Islam. Tanggal tersebut selanjutnya diperingati sebagai Hari Jadi Kota Makassar sejak tahun 2000.
Makassar terus berkembang pesat seiring waktu. Pada kurun 1930-an hingga 1961, jumlah penduduk meningkat dari kurang lebih 90.000 jiwa menjadi hampir 400.000 orang. Adapun lebih dari setengahnya adalah pendatang baru dari wilayah luar kota.
Wilayah Makassar semakin berkembang menjadi salah satu kota niaga terkemuka. Perkembangan pesat bandar Makassar ini memiliki hubungan dengan perubahan pada tatanan perdagangan internasional masa itu.
Pengaruh Islam di Makassar masuk dan menyebar dengan kehadiran Abdul Ma’mur Khatib Tunggal atau Dato’ Ri Bandang yang berasal dari Minangkabau sekitar September 1605. Dia berjasa bisa mengislamkan Raja Gowa ke-XIV I Mangarangi Daeng Manrabia dengan gelar Sultan Alauddin.
Pada 9 November 1607, diadakan shalat Jumat pertama di Masjid Tallo dan dinyatakan secara resmi bahwa penduduk Kerajaan Gowa-Tallo telah memeluk agama Islam. Tanggal tersebut selanjutnya diperingati sebagai Hari Jadi Kota Makassar sejak tahun 2000.
Sempat Berubah Menjadi Ujung Pandang
Makassar terus berkembang pesat seiring waktu. Pada kurun 1930-an hingga 1961, jumlah penduduk meningkat dari kurang lebih 90.000 jiwa menjadi hampir 400.000 orang. Adapun lebih dari setengahnya adalah pendatang baru dari wilayah luar kota.
Lihat Juga :