Terima DAK Rp13,6 Miliar, Pemkab Natuna Fokus Bangun Fasilitas Pendidikan di Wilayah Terluar

Kamis, 24 Agustus 2023 - 18:14 WIB
loading...
Terima DAK Rp13,6 Miliar,...
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Indra Joni. Foto/MPI/Alfie Al Rasyid
A A A
NATUNA - Pemerintah pusat mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Pemkab Natuna, senilai Rp13,6 miliar. DAK tersebut, akan fokus digunakan untuk pembangunan fisik bidang pendidikan khususnya SD dan SMP.

Baca juga: Bangunan Rampung, Anak-anak SD di Warung Kondang Cianjur Bisa Kembali Sekolah Pascagempa

Anggaran tersebut, dipergunakan khusus untuk pembangunan fisik sekolah yang meliputi pembangunan laboratorium, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang majelis guru, rumah dinas guru, dan pengadaan teknologi informasi.



Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Indra Joni mengatakan, seluruh pembangunan itu tersebar di sejumlah SD dan SMP yang berada di 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Utara, Pulau Laut, Subi, Serasan Timur, Bunguran Barat, Bunguran Batubi, Bunguran Tengah, serta Kecamatan Midai.

Baca juga: Konyol! Pria di Bandar Lampung Dijebloskan Tahanan Gara-gara Curi Mobil Sendiri

Namun pada pelaksanaannya, seluruh kegiatan tersebut dijalankan oleh pemerintah dengan mekanisme yang terkesan cukup unik, yakni dengan cara non kontraktual karena berbagai alasan. "Tapi kegiatan-kegiatan ini tidak ada yang kita lelang ke pihak ketiga. Semuanya kita swakelola dengan sekolah," kata Indra Joni, Kamis (24/8/2023).

Menurutnya, sekolah menjadi pelaku utama pelaksanaan pembangunan yang dibiayai dengan anggaran DAK tersebut. Namun sekolah juga dibantu oleh tenaga fasilitator yang direkrut oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, untuk memastikan pembangunan itu dapat berjalan sesuai rancangan.

"Kepala sekolah tetap jadi Ketua Tim Pelaksana Kegiatan. Mereka yang bertanggunggjawab atas kegiatan pembangunan yang berjalan di sekolahnya. Sedangkan fasilitator itu fungsinya sekedar mengawasi dan membantu mengarahkan tata administrasi saja," katanya.

Baca juga: Ngeri! Telinga Bocah Pasuruan Putus Digigit Teman saat Mengaji

Dia memaparkan, Pemkab Natuna mengambil kebijakan swakelola pada pelaksanaan kegiatan itu untuk efisiensi dan efektifitas anggaran. Selain itu, selisih dana yang dihasilkan dari kegiatan yang diswakelolakan tidak menyebar kemana-mana, melainkan tetap berada di kas daerah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Lebih lanjut Indra juga menjelaskan, pelaksanaan seluruh kegiatan itu dapat berjalan lebih cepat dan tepat karena pelaksananya langsung dari Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga lebih efisien.

"Buktinya di Tahun 2020 kami coba pakai swakelola, alokasi DAK kita bertambah. Terus di tahun 2021 dan 2022 kami coba pakai kontraktual, DAK kita turun. Ini juga alasan kita mengambil langkah swakelola. Mudah-mudahan tahun depan DAK bisa naik lagi," ungkapnya.

Baca juga: Curi Motor, Residivis Pecah Kaca Tak Berkutik Ditangkap Tim Gaspol

Menurutnya, progres pelaksanaan kegiatan DAK itu berjalan sesuai dengan kalender kerja yang berjangka waktu lima bulan. Saat ini progres kegiatan sudah memasuki termin ketiga, lantaran termin pertama dan kedua sudah rampung pelaksanaannya. "Kegiatan itu sudah dibayar 70 persen, karena terminnya sudah masuk yang ketiga. Proses pembangunan itu berjalan efektif semua," tegasnya.

Ia mengklaim, kebijakan ini didasari oleh Peraturan Presiden (Perpres) No. 15/2023 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2023. "Jadi menurut aturan ini, kita tidak boleh mencampur kontraktual dan swakelola dalam satu program DAK. Kalau kita memilih lelang harus lelang semua atau kalau kita memilih swakelola harus semua diswakelola. Tidak bisa sebagian dikontrakkan dan sebagiannya swakelola, karena aturannya seperti itu," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Siswa SDN Petojo Selatan...
Siswa SDN Petojo Selatan 01 Antusias Dapat Dukungan Literasi MNC Peduli
Apresiasi Kolaborasi...
Apresiasi Kolaborasi MNC Peduli-SDN Petojo Selatan 01, Kepsek: Bantu Raih Predikat Adiwiyata Mandiri
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Rekomendasi
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Berita Terkini
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved