Klaster Moge Blitar Diduga Dibawa Dokter yang Terpapar COVID-19
Kamis, 30 Juli 2020 - 15:17 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BLITAR - Kasus positif COVID-19 pada sembilan orang pengendara motor gede (moge) di Kabupaten Blitar diduga dibawa seorang dokter yang sebelumnya terdaftar sebagai klaster gowes atau komunitas pesepeda di lingkungan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
"Salah satu dokter klaster gowes," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti Kamis (30/7/2020).
(Baca juga: 9 Pengendara Moge Dari 2 Desa di Blitar Positif COVID-19 )
Dari tracing diperoleh informasi, rombongan moge melakukan perjalanan (touring) ke wilayah Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar Minggu (26/7). Mereka mendatangi wisata alam yang saat itu berlangsung acara kesenian.
"Mungkin disana kumpul kumpul dan nyanyi nyanyi," tambah Krisna Yekti. Salah satu pengendara moge yang berlatar belakang dokter tersebut sebelumnya terpapar COVID-19 dari komunitas gowes.
Karena secara umum sehat dan berstatus orang tanpa gejala (OTG), yang bersangkutan ikut touring moge. Begitu di lokasi yang tergelar acara kesenian semacam karawitan, mereka langsung menggabungkan diri. Mereka, kata Krisna Yekti juga mengenakan masker sebagaimana anjuran protokol kesehatan.
"Di lokasi banyak masyarakat. Macam-macam," kata Krisna Yekti. Swab test dilakukan kepada 49 orang yang berada di lokasi acara dan berkontak erat satu sama lain.
"Salah satu dokter klaster gowes," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti Kamis (30/7/2020).
(Baca juga: 9 Pengendara Moge Dari 2 Desa di Blitar Positif COVID-19 )
Dari tracing diperoleh informasi, rombongan moge melakukan perjalanan (touring) ke wilayah Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar Minggu (26/7). Mereka mendatangi wisata alam yang saat itu berlangsung acara kesenian.
"Mungkin disana kumpul kumpul dan nyanyi nyanyi," tambah Krisna Yekti. Salah satu pengendara moge yang berlatar belakang dokter tersebut sebelumnya terpapar COVID-19 dari komunitas gowes.
Karena secara umum sehat dan berstatus orang tanpa gejala (OTG), yang bersangkutan ikut touring moge. Begitu di lokasi yang tergelar acara kesenian semacam karawitan, mereka langsung menggabungkan diri. Mereka, kata Krisna Yekti juga mengenakan masker sebagaimana anjuran protokol kesehatan.
"Di lokasi banyak masyarakat. Macam-macam," kata Krisna Yekti. Swab test dilakukan kepada 49 orang yang berada di lokasi acara dan berkontak erat satu sama lain.
Lihat Juga :