Alumni SMA di Bandung Diterima di 11 Perguruan Tinggi Dunia, Ini Kata Pihak Sekolah
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
"Fikri itu paket lengkap bagi kami. Saya juga sudah bantu dia dari kelas 11. Anaknya memang aktif, baik, punya jiwa kompetitif. Secara attitude juga bagus. Secara akademik sangat baik. Hampir di semua mata pelajaran sangat baik. Sejauh ini tidak ada masalah," ungkapnya.
Selain Fikri, ada 3 siswa lainnya yang juga lolos ke banyak universitas. Ada 6 siswa yang lolos beasiswa full ke luar negeri. Namun yang ikut program persiapan khusus ada 4 orang, termasuk Fikri.
"Tiga orang lainnya itu ada satu siswa yang juga keterima di Nanyang Technological University (NTU). Lalu 1 lagi ke Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST), 1 orang ke University of Western Australia (UWA), dan 2 orang di Monash. Fikri dapat beasiswa dari kelas 11. Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) memberikan fasilitas untuk mengikuti pelatihan bahasa asing dan ujian internasional," paparnya.
Dia menjelaskan, para siswa tersebut dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga saat proses aplikasi mereka sudah mempersiapkan dokumen yang disyaratkan. Dokumen tersebut antara lain TOEFL ITP atau IELTS.
"Dari Puspresnas memberikan peluang untuk mendaftar ke 8 kampus. Tapi tidak menutup kemungkinan jika siswa ingin mendaftar di luar list tersebut juga diperbolehkan. Semuanya melalui proses pendaftaran," tutur Willy.
Saat mendaftar beasiswa, sekolah juga turut menyiapkan dan memberikan dukungan untuk menunjang dokumen-dokumen serta persyaratan yang diperlukan. Selanjutnya, bagi yang sudah lolos dan diterima, pemerintah menyiapkan program persiapan mereka sendiri.
"Tapi sekolah tetap mendukung. Proses aplikasi, seperti surat pendukung, nilai transkrip, statement letter dari kepala sekolah dan guru itu juga kami bantu," akunya.
Dia menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, pihaknya juga memiliki program khusus untuk anak-anak yang ingin beasiswa ke luar negeri. Para siswa didorong untuk ikut serta. Syarat pertamanya adalah harus berprestasi.
Selain Fikri, ada 3 siswa lainnya yang juga lolos ke banyak universitas. Ada 6 siswa yang lolos beasiswa full ke luar negeri. Namun yang ikut program persiapan khusus ada 4 orang, termasuk Fikri.
"Tiga orang lainnya itu ada satu siswa yang juga keterima di Nanyang Technological University (NTU). Lalu 1 lagi ke Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST), 1 orang ke University of Western Australia (UWA), dan 2 orang di Monash. Fikri dapat beasiswa dari kelas 11. Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) memberikan fasilitas untuk mengikuti pelatihan bahasa asing dan ujian internasional," paparnya.
Dia menjelaskan, para siswa tersebut dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga saat proses aplikasi mereka sudah mempersiapkan dokumen yang disyaratkan. Dokumen tersebut antara lain TOEFL ITP atau IELTS.
"Dari Puspresnas memberikan peluang untuk mendaftar ke 8 kampus. Tapi tidak menutup kemungkinan jika siswa ingin mendaftar di luar list tersebut juga diperbolehkan. Semuanya melalui proses pendaftaran," tutur Willy.
Saat mendaftar beasiswa, sekolah juga turut menyiapkan dan memberikan dukungan untuk menunjang dokumen-dokumen serta persyaratan yang diperlukan. Selanjutnya, bagi yang sudah lolos dan diterima, pemerintah menyiapkan program persiapan mereka sendiri.
"Tapi sekolah tetap mendukung. Proses aplikasi, seperti surat pendukung, nilai transkrip, statement letter dari kepala sekolah dan guru itu juga kami bantu," akunya.
Dia menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, pihaknya juga memiliki program khusus untuk anak-anak yang ingin beasiswa ke luar negeri. Para siswa didorong untuk ikut serta. Syarat pertamanya adalah harus berprestasi.
Lihat Juga :