Ngeri! Keluarga Sebut Anggota Densus 88 Tewas Ditembak Senior Gara-gara Tolak Bisnis Senjata Api Ilegal
Senin, 31 Juli 2023 - 00:31 WIB
loading...
Keluarga almarhum Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, yang menjadi korban penembakan seniornya, menduga penembakan tersebut karena anaknya menolak bisnis senjata api ilegal. Foto/iNews TV/Triyanto
A
A
A
MELAWI - Penembakan terhadap anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, masih menyisakan misteri. Bintara muda Polri tersebut, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya usai ditembak oleh seniornya yang tengah dalam kondisi mabuk.
Baca juga: Punya Senpi Ilegal dan Meski Tak di TKP, Bripka IG Tersangka Pembunuhan Bripda Ignatius
Ayah korban penembakan, Y. Pandi justru mengungkap dugaan adanya bisnis senjata api ilegal dalam kasus penembakan yang menimpa anaknya tersebut. "Saya menduga, anak saya menolak bisnis senjata api ilegal yang dilakukan seniornya, hingga terjadi penembakan tersebut," ungkapnya.
Dugaan adanya bisnis senjata api ilegal sebagai latar belakang peristiwa penembakan brutal tersebut, disebut Pandi setelah dirinya mendapatkan penjelasan dari tim penyidik Mabes Polri. Dia mengaku sempat diberi penjelasan oleh penyidik saat berada di Rumah Sakit Polri Keramat Jati.
Baca juga: Viral! Bule Tanpa Malu Bersetubuh di Tepi Pantai dan Ditonton Banyak Orang
"Dari penjelasan yang diberikan penyidik, saya mengetahui anak saya ini dipanggil oleh tiga seniornya. Saat anak saya bertemu para seniornya, ternyata para seniornya telah dalam kondisi mabuk dan sedang proses tawar-menawar senjata api ilegal," ungkap Pandi.
Baca juga: Punya Senpi Ilegal dan Meski Tak di TKP, Bripka IG Tersangka Pembunuhan Bripda Ignatius
Ayah korban penembakan, Y. Pandi justru mengungkap dugaan adanya bisnis senjata api ilegal dalam kasus penembakan yang menimpa anaknya tersebut. "Saya menduga, anak saya menolak bisnis senjata api ilegal yang dilakukan seniornya, hingga terjadi penembakan tersebut," ungkapnya.
Dugaan adanya bisnis senjata api ilegal sebagai latar belakang peristiwa penembakan brutal tersebut, disebut Pandi setelah dirinya mendapatkan penjelasan dari tim penyidik Mabes Polri. Dia mengaku sempat diberi penjelasan oleh penyidik saat berada di Rumah Sakit Polri Keramat Jati.
Baca juga: Viral! Bule Tanpa Malu Bersetubuh di Tepi Pantai dan Ditonton Banyak Orang
"Dari penjelasan yang diberikan penyidik, saya mengetahui anak saya ini dipanggil oleh tiga seniornya. Saat anak saya bertemu para seniornya, ternyata para seniornya telah dalam kondisi mabuk dan sedang proses tawar-menawar senjata api ilegal," ungkap Pandi.
Lihat Juga :