Bayar KIR Hingga Retribusi Pasar di Muba Jadi Lebih Gampang
Selasa, 28 Juli 2020 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
"Sehingga kalau dikatakan Muba merupakan daerah yang tanggap dan cepat dalam memberikan layanan kepada masyarakat di masa pandemi ini, tentu bukan sekedar omong kosong," tambahnya.
Dodi menambahkan, Pemkab Muba juga dapat apresiasi dari Kemendagri berkat cepat tanggap dalam merespon bagaimana meminimalisir penyebaran Covid-19, kemudian tepat dalam menggunakan anggaran dan mampu meningkatkan layanan publik dengan protokol kesehatan, akhirnya kami kami dapat reward dari Kemenkeu alokasi anggaran sebesar Rp11,9 milyar.
"Hari ini juga turut dibuktikan dengan layanan paling baru di BSB yaitu uji KIR Kendaraan Bermotor Menggunakan BSB Cash. Dan pertama untuk di Sumsel, kemudian juga sistem pembayaran dengan QRIS Qode. Nanti kedepannya kita aplikasikan juga ke metode pembayaran yang lain, misalnya untuk kotak amal, kan bisa juga beramal menggunakan QRIS Code tanpa harus memegang uang cash," ulasnya.
Kepala Cabang BSB Sekayu Dedek Abdul Halim melaporkan sesuai intruksi Bank Indonesia bahwa transaksi non tunai harus digalakan. "Maka dari itu kami komunikasikan dengan Pemkab Muba melalui Dinas Perhubungan, dengan melaukan kerjasama dalam pembayaran KIR kendaraan menggunakan BSB Cash atau e-money," terangnya.
Selain itu, ada produk QRIS, dimana sistem ini yaitu pembayaran menggunakan non tunai. Pihaknya melakukan kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muba, untuk retribusi pasar, dengan harapan petugas jadi lebih efisien tinggal monitor los mana yang belum bayar.
"Selama ini harus beredar ke los pasar, namun sekarang tidak perlu lagi cukup scan barcode, setoran langsung masuk ke rekening kas Disdagperin," terangnya.
"Kemudian juga QRIS kami juga lakukan kerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, dimana venue olahraga selama ini dilakukan pembayaran dengan tunai, nah dengan kerjasama ini bisa lebih efisien, cukup dengan scan barcode fasilitas venue olahraga bisa digunakan dan kas masuk ke kas Dispopar," tandasnya.
Dodi menambahkan, Pemkab Muba juga dapat apresiasi dari Kemendagri berkat cepat tanggap dalam merespon bagaimana meminimalisir penyebaran Covid-19, kemudian tepat dalam menggunakan anggaran dan mampu meningkatkan layanan publik dengan protokol kesehatan, akhirnya kami kami dapat reward dari Kemenkeu alokasi anggaran sebesar Rp11,9 milyar.
"Hari ini juga turut dibuktikan dengan layanan paling baru di BSB yaitu uji KIR Kendaraan Bermotor Menggunakan BSB Cash. Dan pertama untuk di Sumsel, kemudian juga sistem pembayaran dengan QRIS Qode. Nanti kedepannya kita aplikasikan juga ke metode pembayaran yang lain, misalnya untuk kotak amal, kan bisa juga beramal menggunakan QRIS Code tanpa harus memegang uang cash," ulasnya.
Kepala Cabang BSB Sekayu Dedek Abdul Halim melaporkan sesuai intruksi Bank Indonesia bahwa transaksi non tunai harus digalakan. "Maka dari itu kami komunikasikan dengan Pemkab Muba melalui Dinas Perhubungan, dengan melaukan kerjasama dalam pembayaran KIR kendaraan menggunakan BSB Cash atau e-money," terangnya.
Selain itu, ada produk QRIS, dimana sistem ini yaitu pembayaran menggunakan non tunai. Pihaknya melakukan kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muba, untuk retribusi pasar, dengan harapan petugas jadi lebih efisien tinggal monitor los mana yang belum bayar.
"Selama ini harus beredar ke los pasar, namun sekarang tidak perlu lagi cukup scan barcode, setoran langsung masuk ke rekening kas Disdagperin," terangnya.
"Kemudian juga QRIS kami juga lakukan kerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, dimana venue olahraga selama ini dilakukan pembayaran dengan tunai, nah dengan kerjasama ini bisa lebih efisien, cukup dengan scan barcode fasilitas venue olahraga bisa digunakan dan kas masuk ke kas Dispopar," tandasnya.
Lihat Juga :