Kisah Penyatuan Kerajaan Kediri Singasari usai Perkawinan Politik dan Pemberontakan

Minggu, 23 Juli 2023 - 10:30 WIB
loading...
Kisah Penyatuan Kerajaan...
Perang Ganter merupakan sebuah pertempuran antara dua penguasa Jawa rival pada awal abad ke-13. Yaitu antara Ken Arok melawan melawan Raja Kertajaya dari Kediri. Foto/Istimewa
A A A
Kerajaan Singasari dan Kerajaan Kediri konon sempat tak akur pascaserangan yang dilakukan oleh Ken Arok. Sejarah mencatat bagaimana awalnya Kerajaan Kediri terlebih dahulu muncul dan menjadi sebuah kerajaan besar di Pulau Jawa.

Namun lambat laun sinar Kediri berganti oleh beberapa kerajaan lain Singasari.Bahkan wilayah Kediri pada tahun 1292 bagian dari Kerajaan Singasari. Kakawin Nagarakretagama pupuh 44 menguraikan bahwa sepeninggal Kertajaya raja Kediri.

Baca Juga: Rahasia Kecantikan Ken Dedes, Cahaya Betisnya Memikat Ken Arok

Raja Rajasa mengangkat Jayasabha sebagai penggantinya. Uraian pada Kakawin Nagarakretagama pupuh 44 tentang Kediri berbeda dengan uraian prasasti Mula-Malurung menyebut nama Bhatara Parameswara, Guning Bhaya, Tohjaya, dan Sri Kertanagara sebagai penguasa wilayah Kediri.

Proses penyatuan Kediri dan Singasari sebagaimana diuraikan Prasasti Mula-Malurung juga berbeda dengan yang diuraikan Pararaton.

Menurut Pararaton, penyatuan Singasari dan Kediri berlangsung melalui komplotan Rangga Wuni dan Mahisa Campaka, masing-masing adalah putera Sang Anusapati dan Mahisa Wungu Teleng, terhadap Sang Prabu Tohjaya.

Baca Juga: Cerita Kerajaan Singasari Terbelah setelah Tewasnya Ken Arok

Untuk menghindari penangkapan oleh Lembu Ampal atas perintah Sang Prabu Tohjaya, Rangga Wuni dan Mahisa Campaka bersembunyi di rumah Panji Patipati.

Prof. Slamet Muljana pada bukunya “Tafsir Sejarah Nagarakretagama” menyebutkan dengan bantuan tentara Rajasa dan Simelir, mereka menyerang istana dan berhasil menimbulkan kekacauan.

Pada kekacauan itu, Nararya Tohjaya berusaha untuk melarikan diri, namun karena menderita luka-luka terpaksa diangkut ke Katang Lumbang, di mana beliau mangkat.

Baca Juga: Murka Anusapati Setelah Ken Dedes Bocorkan Pembunuhan Tunggul Ametung oleh Ken Arok

Sepeninggal Tohjaya, Rangga Wuni naik tahta dan mengambil nama abhiseka Wisnuwardhana, sedangkan Mahisa Campaka mengambil nama abhiseka Narasinghamurti dan menjadi Ratu Angabhaya (raja kedua atau wakil raja).

Prasasti Mula-Malurung tidak menyinggung soal pemberontakan atau komplotan, menguraikan secara biasa bahwa sepeninggal Sang Prabu Tohjaya, Nararya Seminingrat naik tahta berkat dukungan pembesar, terutama dukungan Sang Pamegat di Ranu Kababyan Sang Apanji Patipati

Berkat dukungan itu, pulih kembali Kerajaan Tumapel atau yang biasa dikenal Singasari.

Sebagai balas budi, Sang Prabu Seminingrat atau yang akrab dengan Wisnuwardhana meresmikan Desa Kayu Manis sebagai tanah perdikan bagi para brahmana, sebagaimana terdapat pada lempengan III B Prasasti Mula-Malurung.

Dapat ditambahkan di sini bahwa lempengan III A menguraikan perkawinan antara Nararya Seminingrat atau Wisnuwardhana dan Nararya Waning Hyun, puteri Bhatara Parameswara dari Kediri, paman Nararya Seminingrat.

Jadi, Seminingrat dan Waning Hyun adalah saudara sepupu.Seperti telah disinggung di atas, berkat perkawinan itu, Nararya Seminingrat memperoleh hak waris atas kerajaan yang diperintah oleh Bhatara.

Baca Juga: Kisah Keris Mpu Gandring, Pusaka Pembunuh 7 Keturunan Ken Arok

Parameswara. Alasan ketiga yang perlu mendapat perhatian ialah penobatan Nararya Tohjaya sepeninggal Guning Bhaya

Prasasti Mula-Malurung mengatakan bahwa Tohjaya adalah kakak Guning Bhaya. Pernyataan itu agak janggal kedengarannya, karena biasanya saudara muda yang menggantikan saudara tua, tidak kebalikannya.

Dari uraian Pararaton yang mengatakan bahwa Tohjaya adalah putera Raja Rajasa, lahir dari Ken Umang, Guning Bhaya atau Agni Bhaya. Menurut Pararaton juga putera Raja Rajasa, lahir dari Ken Dedes.

Jadi, Tohjaya dan Guning Bhaya adalah dua saudara berlainan ibu. Rupanya, Tohjaya lebih tua daripada Guning Bhaya. Sebaliknya, Mahisa Wunga Teleng (Bhatara Parameswara, menurut prasasti Mula-Malurung) adalah saudara kandung dari Guning Bhaya.

Baca Juga: Perang Ganter, Siasat Ken Arok Hancurkan Kekuasaan Raja Kediri Kertajaya

Sayang seiring berjalannya waktu terjadi beberapa pemberontakan antar saudara itu. Hingga akhirnya sepeninggal Tohjaya menurut Pararaton, Seminingrat atau Wisnuwardhana dan Mahisa Cempaka mengadakan pemerintahan bersama.

Pemerintahan bersama itu diibaratkan sebagai pemerintahan Indra dan Madhawa dalam Nagarakretagama pupuh 41/2, Pararaton menyatakan bahwa Mahisa Campaka yang mengambil nama Abhiseka Narasingamurti dijadikan ratu angabhaya.

Kediri dan Singasari dipersatukan di bawah pemerintahan Seminingrat alias Wisnuwardhana. Pada hakikatnya, pemegang kekuasaan dalam pemerintahan bersama itu masing-masing adalah ahli waris kerajaan ayahnya.

Demikianlah uraian Pararaton itu mengandung unsur kebenaran.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Desak Made dan Veddriq...
Desak Made dan Veddriq Leonardo Kawinkan Emas Indonesia di World Climbing Chamonix 2026
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved