Kisah Kapten KM Farida Indah dan 5 ABK Bertahan Hidup di Rakit Jeriken Selama 12 Hari hanya Minum Air Hujan
Minggu, 02 Juli 2023 - 19:42 WIB
loading...
Tim SAR mengevakuasi 6 orang korban tenggelamnya KM Farida Indah yang bertahan 12 hari di laut di atas rakit jeriken. Foto/iNews TV/Rahman
A
A
A
KAIMANA - Enam orang korban tenggelamnya KM Farida Indah akhirnya telah dievakuasi oleh tim penyelamat kabupaten Kaimana, Papua Barat. Kapten kapal, Babak menceritakan peristiwa mengerikan yang menimpa dirinya dan anak buah kapal (ABK) tersebut.
Pria berusia 50 tahun tersebut mengaku saat kejadian, kapal sedang bertolak dari Timika menuju Asmat pada Senin, 19 Juni 2023 lalu. Namun di tengah perjalanan, mesin kapal tersebut tiba-tiba mati dan pompa air tidak berfungsi.
Baca juga: Kapal Tenggelam di Teluk Meranti, 6 Penumpang Tewas
Akibatnya kapal tersebut kemasukan air, dan ditambah lagi gelombang yang cukup besar sehingga mengakibatkan perlahan-lahan kapal tenggelam.
Menghadapi situasi kapal yang mulai kemasukan air, dirinya bersama yang lain mengambil 4 papan solar cell untuk membuat rakit seadanya. Di bawah papan solar cell tersebut telah dikaitkan dengan jerigen agar dapat mengapung.
Rakit sederhana yang berhasil dibuat inilah yang kemudian digunakan Babak dan 5 anak buahnya untuk bertahan mengikuti air dan terombang-ambing selama 12 hari lamanya.
Babak juga mengaku bahwa selama 12 hari di atas rakit yang mengapung, mereka tidak mengonsumsi makanan apa pun selain meminum air laut dan air hujan.
Pria berusia 50 tahun tersebut mengaku saat kejadian, kapal sedang bertolak dari Timika menuju Asmat pada Senin, 19 Juni 2023 lalu. Namun di tengah perjalanan, mesin kapal tersebut tiba-tiba mati dan pompa air tidak berfungsi.
Baca juga: Kapal Tenggelam di Teluk Meranti, 6 Penumpang Tewas
Akibatnya kapal tersebut kemasukan air, dan ditambah lagi gelombang yang cukup besar sehingga mengakibatkan perlahan-lahan kapal tenggelam.
Menghadapi situasi kapal yang mulai kemasukan air, dirinya bersama yang lain mengambil 4 papan solar cell untuk membuat rakit seadanya. Di bawah papan solar cell tersebut telah dikaitkan dengan jerigen agar dapat mengapung.
Rakit sederhana yang berhasil dibuat inilah yang kemudian digunakan Babak dan 5 anak buahnya untuk bertahan mengikuti air dan terombang-ambing selama 12 hari lamanya.
Babak juga mengaku bahwa selama 12 hari di atas rakit yang mengapung, mereka tidak mengonsumsi makanan apa pun selain meminum air laut dan air hujan.
Lihat Juga :