Wako Jambi Dukung Pengangkatan Guru Honorer Menjadi PNS
Minggu, 26 Juli 2020 - 23:39 WIB
loading...
A
A
A
Sementara kepada SINDO Media, Wako Jambi Syatif Fasha menegaskan pengabdian yang telah diberikan oleh guru-guru honorer, yang rata-rata di atas 10-15 tahun patut diapresisasi.
Melalui surat ini, Fasha juga meminta dan mendorong agar Kemenpan-RB, memberikan perlakuan khusus, mengangkat mereka melalui jalur khusus.
"Ini sebagai wujud apresiasi dan penghargaan kepada mereka yang sudah cukup lama mengabdikan dirinya menjadi guru honorer selama ini. Usia mereka juga saat ini rata-rata berada di atas 35 tahun. Cukup tidak relevan dan tidak adil jika dibiarkan berkompetisi dengan fresh graduate, padahal mereka sudah mengabdikan diri selama bertahun tahun di dunia pendidikan," ujar Fasha.
Lebih lanjut, Fasha juga mengungkapkan dirinya akan terus berjuang bagi tenaga honorer di bidang lainnya, yang selama ini telah mengabdi bagi Pemkot Jambi. (Baca juga: Penumpang Kapal Pria dan Wanita Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Setengah Telanjang)
"Tidak hanya bagi tenaga pendidik, kami terus berjuang bagi yang lainnya. Seperti tenaga kesehatan, penyuluh, Damkar, Satpol PP dan tenaga teknis dan non teknis lainnya," pungkasnya. (Baca juga: Aktivis Anti Korupsi Minta Pemprov Banten Transparan Soal Dana COVID-19)
Melalui surat ini, Fasha juga meminta dan mendorong agar Kemenpan-RB, memberikan perlakuan khusus, mengangkat mereka melalui jalur khusus.
"Ini sebagai wujud apresiasi dan penghargaan kepada mereka yang sudah cukup lama mengabdikan dirinya menjadi guru honorer selama ini. Usia mereka juga saat ini rata-rata berada di atas 35 tahun. Cukup tidak relevan dan tidak adil jika dibiarkan berkompetisi dengan fresh graduate, padahal mereka sudah mengabdikan diri selama bertahun tahun di dunia pendidikan," ujar Fasha.
Lebih lanjut, Fasha juga mengungkapkan dirinya akan terus berjuang bagi tenaga honorer di bidang lainnya, yang selama ini telah mengabdi bagi Pemkot Jambi. (Baca juga: Penumpang Kapal Pria dan Wanita Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Setengah Telanjang)
"Tidak hanya bagi tenaga pendidik, kami terus berjuang bagi yang lainnya. Seperti tenaga kesehatan, penyuluh, Damkar, Satpol PP dan tenaga teknis dan non teknis lainnya," pungkasnya. (Baca juga: Aktivis Anti Korupsi Minta Pemprov Banten Transparan Soal Dana COVID-19)
(boy)
Lihat Juga :