Sektor Pendidikan dan Wisata Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di DIY
Minggu, 26 Juli 2020 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) inimenambahkan, Pemda DIY bisa memberi insentif berupa rapid test atau swab gratis kepada mahasiswa yang hendak masuk lagi. Insentif serupa juga bisa diberikan kepada sektor pariwisata.
“Pemerintah perlu kreatif. Tes kesehatan gratis untuk mahasiswa. Insentif pengusaha atau usaha yang bisa membangkitkan ekonomi seperti Asita, UKM, agar bisa bertahan. Wisatawan sakit kena COVID-19 perawatan gak bayar dan lain sebagainya,” terang Huda Tri Yudiana.
Dengan membuka kembali kampus dan wisata maka akan mengeliatkan sektor ekonomi. Mulai dari usaha kos-kosan, jasa laundry, fotokopi, warung makan, rental, transportasi dan lainnya.
Sementara itu Deputi Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta, Miyono menyebut ekonomi DIY hampir 68 persen ditopang konsumsi. Pendorong konsumsi adalah sektor pariwisata dan pendidikan. “Ketika dua motor ini berhenti itu dampaknya ke mana-mana. Betapa pentingnya menggalakkan konsumsi,” terangnya.
Menurut Miyono salah satu indikator pemburukan ekonomi DIY triwulan dua ini adalah menurunya penjualan kendaraan bermotor hingga minus hampir 62 persen maupun konsumsi listrik yang hanya tumbuh 5,98 persen. “Tak hanya turun, ini terjun bebas, anjlok,” terangnya.(Baca juga : DIY Didorong Kreatif Salurkan Bansos untuk Gerakkan Ekonomi Berkelanjutan )
.
“Pemerintah perlu kreatif. Tes kesehatan gratis untuk mahasiswa. Insentif pengusaha atau usaha yang bisa membangkitkan ekonomi seperti Asita, UKM, agar bisa bertahan. Wisatawan sakit kena COVID-19 perawatan gak bayar dan lain sebagainya,” terang Huda Tri Yudiana.
Dengan membuka kembali kampus dan wisata maka akan mengeliatkan sektor ekonomi. Mulai dari usaha kos-kosan, jasa laundry, fotokopi, warung makan, rental, transportasi dan lainnya.
Sementara itu Deputi Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta, Miyono menyebut ekonomi DIY hampir 68 persen ditopang konsumsi. Pendorong konsumsi adalah sektor pariwisata dan pendidikan. “Ketika dua motor ini berhenti itu dampaknya ke mana-mana. Betapa pentingnya menggalakkan konsumsi,” terangnya.
Menurut Miyono salah satu indikator pemburukan ekonomi DIY triwulan dua ini adalah menurunya penjualan kendaraan bermotor hingga minus hampir 62 persen maupun konsumsi listrik yang hanya tumbuh 5,98 persen. “Tak hanya turun, ini terjun bebas, anjlok,” terangnya.(Baca juga : DIY Didorong Kreatif Salurkan Bansos untuk Gerakkan Ekonomi Berkelanjutan )
.
(nun)
Lihat Juga :