Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rabu, 03 Juni 2026 - 21:33 WIB
loading...
PNM membangun ruang literasi untuk anak-anak Kepulauan Rinca. Foto: Istimewa
A
A
A
NTT - Pesona alam Kepulauan Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dunia melalui gugusan savana dan habitat komodonya. Di balik itu, tersimpan cerita tentang anak-anak yang tumbuh dengan keterbatasan akses pendidikan dan literasi.
Wilayah yang berada di kawasan timur Indonesia itu tidak hanya menghadapi tantangan geografis berupa jarak antarpulau dan akses transportasi yang terbatas, tetapi juga persoalan sosial ekonomi yang membuat fasilitas belajar, khususnya pembelajaran informal, belum berkembang secara merata.
Bagi sebagian besar masyarakat di Kepulauan Rinca, laut menjadi sumber penghidupan utama. Aktivitas melaut dan bekerja harian menjadi denyut ekonomi keluarga.
Baca juga: Pesan Prabowo di Rapat Konsolidasi MBG: Jangan Sampai Melakukan Penyimpangan
Dalam kondisi tersebut, akses terhadap buku bacaan, ruang belajar yang nyaman, hingga fasilitas pendukung pendidikan sering kali belum menjadi hal yang mudah dijangkau anak-anak di sana. Tidak sedikit anak yang tumbuh tanpa banyak pilihan bahan bacaan di luar buku pelajaran sekolah.
Di tengah keterbatasan itu, semangat belajar anak-anak di Pulau Rinca justru tumbuh dengan cara yang sederhana. Mereka tetap datang ke sekolah, belajar bersama teman-teman, dan memanfaatkan ruang seadanya untuk membaca maupun bermain.
Wilayah yang berada di kawasan timur Indonesia itu tidak hanya menghadapi tantangan geografis berupa jarak antarpulau dan akses transportasi yang terbatas, tetapi juga persoalan sosial ekonomi yang membuat fasilitas belajar, khususnya pembelajaran informal, belum berkembang secara merata.
Bagi sebagian besar masyarakat di Kepulauan Rinca, laut menjadi sumber penghidupan utama. Aktivitas melaut dan bekerja harian menjadi denyut ekonomi keluarga.
Baca juga: Pesan Prabowo di Rapat Konsolidasi MBG: Jangan Sampai Melakukan Penyimpangan
Dalam kondisi tersebut, akses terhadap buku bacaan, ruang belajar yang nyaman, hingga fasilitas pendukung pendidikan sering kali belum menjadi hal yang mudah dijangkau anak-anak di sana. Tidak sedikit anak yang tumbuh tanpa banyak pilihan bahan bacaan di luar buku pelajaran sekolah.
Di tengah keterbatasan itu, semangat belajar anak-anak di Pulau Rinca justru tumbuh dengan cara yang sederhana. Mereka tetap datang ke sekolah, belajar bersama teman-teman, dan memanfaatkan ruang seadanya untuk membaca maupun bermain.
Lihat Juga :