Jaga Kualitas Udara di Rembang-Blora, Ini yang Dilakukan Semen Gresik
Minggu, 26 Juli 2020 - 16:15 WIB
loading...
Dua karyawan PT Semen Gresik mengayuh sepeda di area Pabrik Rembang yang hijau dan berlatar belakang langit biru. Foto/Ist
A
A
A
REMBANG - PT Semen Gresik berkomitmen menjalankan berbagai aktivitas perusahaan secara berkelanjutan, ramah lingkungan dan sesuai dengan regulasi pemerintah.
Salah satu wujud komitmen itu dengan menjaga kualitas udara di lingkup perusahaan maupun desa-desa sekitar baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora tetap bersih dan sehat. (Baca juga: Lahan Tandus Ini Disulap Jadi Perkebunan Hortikultura )
Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Dharma Sunyata mengatakan, sejak awal pembangunan, Pabrik Rembang memang didesain ramah lingkungan dan paling efisien di kawasan Asia Tenggara.
Berbagai teknologi mutakhir dalam dunia bisnis persemenan diterapkan di Pabrik Rembang. Salah satunya yakni bag filter atau fabric filter yang sangat efektif untuk menangkap debu. (Baca juga: Polisi Periksa Penggunaan Dana COVID-19 Kabupaten Rembang )
Menurut dia, kinerja unit pengendali pencemaran udara ini memang bisa diandalkan. Hasil pengukuran yang dilakukan lembaga yang sudah tersertifikasi Kementerian LHK menunjukkan kualitas udara di kawasan perusahaan persemenan terkemuka ini dan desa-desa sekitar masih di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Proses pengukuran dilakukan di sejumlah titikpada proses produksidalam lingkup PT Semen Gresik Pabrik Rembang selama dua triwulan atau semester pertama tahun 2020. Dari sejumlah titik itu, emisi debu tercatat antara 1 - 6 mg/Nm3. Padahal berdasarkan Permen LHK No P.19/MenLHK/Setjen/KUM.1/2/2017 tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan atau Kegiatan Industri Semen, baku mutu yang ditetapkan sebesar 60 mg/Nm3.
“Sepanjang tahun 2019. hasil pengukuran emisi debu Pabrik Rembang juga di bawah baku mutu. Ini wujud nyata komitmen Semen Gresik menjaga langit tetap biru,” kata Dharma Sunyata dalam siaran pers, Minggu (26/7/2020).
Salah satu wujud komitmen itu dengan menjaga kualitas udara di lingkup perusahaan maupun desa-desa sekitar baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora tetap bersih dan sehat. (Baca juga: Lahan Tandus Ini Disulap Jadi Perkebunan Hortikultura )
Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Dharma Sunyata mengatakan, sejak awal pembangunan, Pabrik Rembang memang didesain ramah lingkungan dan paling efisien di kawasan Asia Tenggara.
Berbagai teknologi mutakhir dalam dunia bisnis persemenan diterapkan di Pabrik Rembang. Salah satunya yakni bag filter atau fabric filter yang sangat efektif untuk menangkap debu. (Baca juga: Polisi Periksa Penggunaan Dana COVID-19 Kabupaten Rembang )
Menurut dia, kinerja unit pengendali pencemaran udara ini memang bisa diandalkan. Hasil pengukuran yang dilakukan lembaga yang sudah tersertifikasi Kementerian LHK menunjukkan kualitas udara di kawasan perusahaan persemenan terkemuka ini dan desa-desa sekitar masih di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Proses pengukuran dilakukan di sejumlah titikpada proses produksidalam lingkup PT Semen Gresik Pabrik Rembang selama dua triwulan atau semester pertama tahun 2020. Dari sejumlah titik itu, emisi debu tercatat antara 1 - 6 mg/Nm3. Padahal berdasarkan Permen LHK No P.19/MenLHK/Setjen/KUM.1/2/2017 tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan atau Kegiatan Industri Semen, baku mutu yang ditetapkan sebesar 60 mg/Nm3.
“Sepanjang tahun 2019. hasil pengukuran emisi debu Pabrik Rembang juga di bawah baku mutu. Ini wujud nyata komitmen Semen Gresik menjaga langit tetap biru,” kata Dharma Sunyata dalam siaran pers, Minggu (26/7/2020).
Lihat Juga :