Swab Test Bisa Merusak Otak? Ini Kata Dokter THT RSA UGM
Sabtu, 25 Juli 2020 - 11:14 WIB
loading...
Dokter spesialis THT RSA UGM Anton Sony Wibowo. (Ist)
A
A
A
YOGYAKARTA - Swab test saat ini masih menjadi salah satu metode dalam mendeteksi keberadaan virus corona penyebab COVID-19 pada manusia.
Tes dilakukan dengan mengambil sampel lendir, dahak, atau cairan di daerah nasofaring atau pun orofaring pada pasien yang diduga terinfeksi virus corona .
Namun mendadak ramai beredar di media sosial (medsos) jika swab test COVID-19 dapat merusak otak. Ada netizen yang mengklaim tes usap hidung yang tajam telah menusuk otak dan membuatnya melakukan lobotomi.
Dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Anton Sony Wibowo mengatakan swab test aman dilakukan dan tidak membahayakan atau merusak otak. Sebab, tes usap tidak akan mencapai hingga penghalang darah otak.
"Tidak benar jika swab test COVID-19 bisa merusak otak karena hanya dilakukan sampai nasofaring atau dinding paling belakang hidung dan rongga mulut,” jelas Anton soal swab test, Sabtu (25/7/2020)
Tes dilakukan dengan mengambil sampel lendir, dahak, atau cairan di daerah nasofaring atau pun orofaring pada pasien yang diduga terinfeksi virus corona .
Namun mendadak ramai beredar di media sosial (medsos) jika swab test COVID-19 dapat merusak otak. Ada netizen yang mengklaim tes usap hidung yang tajam telah menusuk otak dan membuatnya melakukan lobotomi.
Dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Anton Sony Wibowo mengatakan swab test aman dilakukan dan tidak membahayakan atau merusak otak. Sebab, tes usap tidak akan mencapai hingga penghalang darah otak.
"Tidak benar jika swab test COVID-19 bisa merusak otak karena hanya dilakukan sampai nasofaring atau dinding paling belakang hidung dan rongga mulut,” jelas Anton soal swab test, Sabtu (25/7/2020)
Lihat Juga :