Di Tengah COVID, 23 Mahasiswa di Bali Dulang Omset Rp200 Juta
Sabtu, 25 Juli 2020 - 02:52 WIB
loading...
Pandemi COVID-19 mampu dimanfaatkan oleh 23 mahasiswa di Bali untuk mendulang keuntungan lewat bisnis E-commerce. Kesuksesan mereka dituangkan dalam sebuah buku. FOTO : IST
A
A
A
DENPASAR - Situasi susah akibat dampak pandemi COVID-19 mampu dimanfaatkan oleh 23 mahasiswa di Bali untuk mendulang keuntungan lewat bisnis E-commerce. Total omset yang dihasilkan pun cukup fantastis, mencapai Rp200 juta.
Kesuksesan mahasiswa STMIK Primakara Denpasar itu kemudian dituangkan dalam sebuah buku berjudul "Milenial Wajib Kaya" yang diluncurkan, Sabtu (25/7/2020).
"Melalui buku ini, kami ingin berbagi pengalaman bagaimana milenial bisa membuka usaha rintisan (startup) melalui usaha e-commerce di tengah situasi krisis akibat COVID-19," kata si penulis buku, Sephy Lavianto.
Sephy yang bekerja sebagai dosen di STMIK Primakara itu menuturkan, kisah sukses itu berawal dari mata kuliah E-commerce yang dia berikan kepada mahasiswanya. (Baca juga : Keliling Bali Pakai Google Map, 2 Turis Amerika Tersesat di Hutan )
Di mata kuliah itu, Sephy menantang mahasiswanya membentuk semacam perusahaan yang menjual suatu produk secara online melalui platform media sosial baik website, facebook, instagram dan marketplace.
Tantangan itu kemudian diterima mahasiswa dengan membentuk empat kelompok. Setiap kelompok diwajibkan bekerja layaknya perusahaan lengkap dengan jabatan general manajer, manajer keuangan, manajer pemasaran dan lainnya.
Untuk modal awal, setiap kelompok mengumpulkan dana dengan cara patungan masing-masing sebesar Rp1 juta. Adapun produk yang dijual sebagian besar adalah fashion, alat kecantikan dan makanan. Dalam situasi pandemi COVID-19, mereka lantas menambahkan produk yang sedang dibutuhkan masyarakat, seperti masker dan hand sanitizer.
Kesuksesan mahasiswa STMIK Primakara Denpasar itu kemudian dituangkan dalam sebuah buku berjudul "Milenial Wajib Kaya" yang diluncurkan, Sabtu (25/7/2020).
"Melalui buku ini, kami ingin berbagi pengalaman bagaimana milenial bisa membuka usaha rintisan (startup) melalui usaha e-commerce di tengah situasi krisis akibat COVID-19," kata si penulis buku, Sephy Lavianto.
Sephy yang bekerja sebagai dosen di STMIK Primakara itu menuturkan, kisah sukses itu berawal dari mata kuliah E-commerce yang dia berikan kepada mahasiswanya. (Baca juga : Keliling Bali Pakai Google Map, 2 Turis Amerika Tersesat di Hutan )
Di mata kuliah itu, Sephy menantang mahasiswanya membentuk semacam perusahaan yang menjual suatu produk secara online melalui platform media sosial baik website, facebook, instagram dan marketplace.
Tantangan itu kemudian diterima mahasiswa dengan membentuk empat kelompok. Setiap kelompok diwajibkan bekerja layaknya perusahaan lengkap dengan jabatan general manajer, manajer keuangan, manajer pemasaran dan lainnya.
Untuk modal awal, setiap kelompok mengumpulkan dana dengan cara patungan masing-masing sebesar Rp1 juta. Adapun produk yang dijual sebagian besar adalah fashion, alat kecantikan dan makanan. Dalam situasi pandemi COVID-19, mereka lantas menambahkan produk yang sedang dibutuhkan masyarakat, seperti masker dan hand sanitizer.
Lihat Juga :