Pecah Perang Mataram dengan Banten, Amangkurat I Gunakan Strategi Maritim Jitu

Selasa, 13 Juni 2023 - 05:04 WIB
loading...
Pecah Perang Mataram...
Mataram di masa pemerintahan Sultan Amangkurat I sangat unggul di armada lautnya. Memiliki kapal-kapal perang serta personel pasukan yang tangguh, membuat Mataram cukup percaya diri. Foto ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kerajaan Mataram di masa pemerintahan Sultan Amangkurat I sangat unggul di armada lautnya. Memiliki kapal-kapal perang serta personel pasukan yang tangguh, membuat Mataram cukup percaya diri untu kenguasai kerajaan lainnya di Jawa.

Salah satu yang menjadi target penaklukan saat Mataram diperintah Sultan Amangkurat I adalah Kerajaan Banten. Mengapa Banten? Baca juga: 6Fakta Amangkurat II, Berjuluk Sunan Amral yang Memiliki Banyak Istri

Konon, di mata Sultan Amangkurat I, raja Kerajaan Banten terlalu sombong. Bahkan Sultan Amangkurat I juga merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan Banten terhadap rakyat Mataram.



Dalam buku 'Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I' karya H.J. De Graaf dikisahkan bagaimana Banten konon membunuh rakyatnya di negaranya sendiri. Atas perlakuan yang tidak berperikemanusiaan itu, Amangkurat I murka.

Ia pun siap menaklukkan Banten melalui skema pertempuran armada laut. Namun, sebelum berperang, Sultan Amangkurat I mengirimkan mata-mata untuk mengintai situasi Banten. Untuk tugas ini Sultan Amangkurat I konon menyerahkan tanggungjawab kepada Tumenggung Pati.

Sultan Amangkurat I sendiri konon tidak ikut serta, tetapi dari Mataram ia mengeluarkan perintah kepada Lurah Patra di Juwana, untuk berlayar menyusuri pantai ke arah barat dan mengusir semua orang Banten.Tidak hanya itu, ia juga mengeluarkan perintah kepada empat penguasa pantai untuk berlayar ke Sungai Craoan, yang berada di Karawang.

Masing-masing penguasa dengan enam perahu yang dilengkapi dengan persenjaan. Mereka menyelidiki apakah ada perahu-perahu Banten di sana. Bila ada konon Sultan Mataram itu langsung memerintahkan agar segera harus diusir.

Namun, sebelum operasi mata-mata dilakukan, Mataram meminta izin terlebih dahulu kepada Pemerintah Kompeni, sebab letak Banten sangat dekat dengan markas kompeni. Apa lagi, tanpa persetujuan Batavia tidak mungkin dapat diadakan serangan terhadap Banten.

Selanjutnya, skema penyerangan disusun. Puluhan armada dipersiapkan di pelabuhan-pelabuhan Juwana dan Jepara, 70 buah di Jepara, masing-masing dengan 40-50 awak kapal, dengan tiga orang pemimpin.

Pada tanggal 13 Oktober 1657, niscaya setelah armada dari Juwana bergabung dengan armada Jepara, bergeraklah mereka dari Jepara untuk menyapu bersih jalan ke Banten. Baca juga: Kisah Sultan Amangkurat I Marah Besar dengan Pangeran Jambi Gara-gara 5 Kali Dipanggil Enggan Datang

Armada ini seluruhnya hanya terdiri dari 50 kapal layar, sedangkan diharapkan datang satuan-satuan kecil lainnya dari Tegal, Pati, dan Semarang. Setiap kapal berisikan 40 sampai 60 awak kapal, dipersenjatai senapan dan tombak.

Beberapa kapal lainnya juga memiliki alat-alat perang lainnya, seperti prinsentukjes dan bassen. Sebagian dari kapal-kapal itu digunakan untuk pengangkutan, dan membawa 1.000 ekor kuda untuk angkatan darat. Sebagai pemimpin disebut Kentol-Kentol Abadsara atau Ampatsara, saudara Ngabei Martanata, dan Wangsamarta.

.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siap Kolaborasi Lintas...
Siap Kolaborasi Lintas Sektor, Perdokmil Jatim Resmi Dilantik di Kapal Perang
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Janji Politik Raja Mataram...
Janji Politik Raja Mataram Bangun Tempat Penyeberangan di Tepi Sungai Bengawan Solo
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved