Jalan Berliku Dandim Semarang, Pernah Kernet Angkot Semasa SMP hingga SMA
Jum'at, 24 Juli 2020 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
Terlahir dari seorang ayah yang juga purnawirawan prajurit TNI-AD berpangkat bintara dan dorongan mimpinya untuk menjadi perwira TNI, tidak pernah sedikitpun ada rasa rendah diri dalam dirinya meski harus turut membanting tulang demi membantu ekonomi kedua orang tuanya.
Bahkan selain jadi kernet, ia pun kadang juga harus membantu ibunya berjualan (rokok dan bensin) di pinggir jalan di salah satu ruas jalan di Perumnas Banyumanik. Ia mengisahkan, betapa saat itu kedua orang tuanya membesarkan dan mendidik anak-anaknya dalam suasana keprihatinan.
Namun alhasil, dua orang kakaknya berhasil menyelesaikan jenjang Perguruan Tinggi Negeri di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan salah seorang kakak perempuannya juga mengabdikan diri kepada Negara dengan bekerja di salah satu instansi pemerintah di Jakarta, namun saat ini sedang mengikuti dinas suaminya Kombes Pol. Dani Hamdani di Canberra Australia.
Menurutnya, masa-masa sekolah dengan penuh pengorbanan dan perjuangan hidup yang dilakoninya, menggambarkan bagaimana sebuah situasi yang susah telah menjadikan peluang untuk membentuk jiwa yang mandiri.
“Karakter dan jiwa kita itu terbentuk tak lepas dari pendidikan dan lingkungan di keluarga kita, sebuah situasi yang sulit di satu sisi, namun di sisi lain telah menjadikan peluang untuk membentuk jiwa yang mandiri, sikap mental yang tangguh, pribadi yang kuat, pantang mundur dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.
Bahkan selain jadi kernet, ia pun kadang juga harus membantu ibunya berjualan (rokok dan bensin) di pinggir jalan di salah satu ruas jalan di Perumnas Banyumanik. Ia mengisahkan, betapa saat itu kedua orang tuanya membesarkan dan mendidik anak-anaknya dalam suasana keprihatinan.
Namun alhasil, dua orang kakaknya berhasil menyelesaikan jenjang Perguruan Tinggi Negeri di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan salah seorang kakak perempuannya juga mengabdikan diri kepada Negara dengan bekerja di salah satu instansi pemerintah di Jakarta, namun saat ini sedang mengikuti dinas suaminya Kombes Pol. Dani Hamdani di Canberra Australia.
Menurutnya, masa-masa sekolah dengan penuh pengorbanan dan perjuangan hidup yang dilakoninya, menggambarkan bagaimana sebuah situasi yang susah telah menjadikan peluang untuk membentuk jiwa yang mandiri.
“Karakter dan jiwa kita itu terbentuk tak lepas dari pendidikan dan lingkungan di keluarga kita, sebuah situasi yang sulit di satu sisi, namun di sisi lain telah menjadikan peluang untuk membentuk jiwa yang mandiri, sikap mental yang tangguh, pribadi yang kuat, pantang mundur dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.
(msd)
Lihat Juga :