Jalan Berliku Dandim Semarang, Pernah Kernet Angkot Semasa SMP hingga SMA

Jum'at, 24 Juli 2020 - 17:49 WIB
loading...
Jalan Berliku Dandim...
Komandan Kodim (Dandim) 0733/BS Semarang, Kolonel Inf Yudhi Diliyanto.Foto/SINDONews/Ahmad Antoni
A A A
SEMARANG - Kalau sudah punya keinginan dan cita-cita, apapun harus dilakukan guna mewujudkannya. Begitulah tekad yang selalu terpatri pada diri Kolonel Inf Yudhi Diliyanto yang kini menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0733/BS Semarang .

Ya, Kolonel Yudhi kembali pulang kampung halaman setelah 23 tahun meninggalkan Kota Semarang untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, terhitung sejak merintis perjalanan karir di dunia militer pada 1997.

(Baca juga: Ada Kabar Prajurit TNI Stres Akibat COVID-19, Ini Kata Kapendam )

Dalam wawancara khusus dengan SINDOnews, perwira menengah kelahiran Semarang 9 Maret 1976 ini mengaku bersyukur kepada Tuhan YME dapat kembali menginjakkan kaki di bumi Kota Lumpia tercinta setelah resmi dan mendapat amanah untuk memimpin Kodim 0733/BS Semarang per 8 Juni 2020.

Jalan Berliku Dandim Semarang, Pernah Kernet Angkot Semasa SMP hingga SMA


Ia pun kembali mengenang masa-masa kecil hingga remajanya saat mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) yang dilaluinya dengan penuh pengorbanan dan perjuangan keras.

“Saya kalau berangkat ke sekolah (SD-SMP-SMA) itu selalu jalan kaki dari rumah. Terutama ketika SMP yang jarak rumah dengan sekolah sekitar 5 km,” ungkap Yudhi.

(Baca juga: 242 Kadet Unhan Digembleng Sebulan di Akademi Militer Magelang )

Ia menuturkan, ketika itu dirinya tinggal di Perumnas Banyumanik. Anak keempat dari lima bersaudara ini sekolah di SD Merbau lulus pada tahun 1988, kemudian SMP 21 lulus tahun 1991 dan SMA 9 Semarang lulus pada tahun 1994, dan selanjutnya menjalani pendidikan di Akademi Militer Magelang.

Menurutnya, masa-masa sekolah inilah dia rasakan sangat berkesan dan menempa karena harus melakoninya dengan penuh perjuangan, mengingat saat itu kehidupan keluarganya dalam kondisi yang relatif pas-pasan, bahkan kekurangan, namun sedikitpun tak pernah melunturkan semangat belajarnya dan mempersiapkan diri meraih cita-citanya.

“Waktu itu teman-teman sudah pada bersepeda, kamipun tak pernah merasakannya. bahkan uang jajan pun saya tidak ada. Namun kondisi itu tidak membuat saya kecil hati, malah memacu saya untuk bangkit dengan belajar penuh semangat sehingga dari kondisi demikian justru membentuk mental yang kuat dan tidak putus asa,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikannya semenjak duduk di bangku kelas 2 SMP hingga SMA, Yudhi tidak merasa malu untuk menjadi kernet angkot guna membantu kedua orang tuanya. “Saya pernah ngernet angkutan umum (angkot) trayek Jatingaleh-Banyumanik, sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Uang hasil dari ngernet saya gunakan untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga dan sebagian ditabung ke dalam celengan Jago (terbuat tanah liat),” ungkap putra pasangan Alm. Nanang Sanusi dan Sri Sayekti.

Mantan Dandim 0801 Pacitan dan Danyon 527 Brigif 16/WY Lumajang itu menambahkan, selain itu, uang hasil ngernet tersebut digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Namun demikian, pernah suatu ketika uang tersebut ia berikan kepada ibundanya untuk membeli baju, sesuatu yang sungguh sangat istimewa saat itu untuk membeli baju baru.

“Sekali waktu setelah (uang tabungan) terkumpul saya berikan kepada ibu untuk membelikan baju baru untuk ibu,” ujarnya.

Terlahir dari seorang ayah yang juga purnawirawan prajurit TNI-AD berpangkat bintara dan dorongan mimpinya untuk menjadi perwira TNI, tidak pernah sedikitpun ada rasa rendah diri dalam dirinya meski harus turut membanting tulang demi membantu ekonomi kedua orang tuanya.

Bahkan selain jadi kernet, ia pun kadang juga harus membantu ibunya berjualan (rokok dan bensin) di pinggir jalan di salah satu ruas jalan di Perumnas Banyumanik. Ia mengisahkan, betapa saat itu kedua orang tuanya membesarkan dan mendidik anak-anaknya dalam suasana keprihatinan.

Namun alhasil, dua orang kakaknya berhasil menyelesaikan jenjang Perguruan Tinggi Negeri di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan salah seorang kakak perempuannya juga mengabdikan diri kepada Negara dengan bekerja di salah satu instansi pemerintah di Jakarta, namun saat ini sedang mengikuti dinas suaminya Kombes Pol. Dani Hamdani di Canberra Australia.

Menurutnya, masa-masa sekolah dengan penuh pengorbanan dan perjuangan hidup yang dilakoninya, menggambarkan bagaimana sebuah situasi yang susah telah menjadikan peluang untuk membentuk jiwa yang mandiri.

“Karakter dan jiwa kita itu terbentuk tak lepas dari pendidikan dan lingkungan di keluarga kita, sebuah situasi yang sulit di satu sisi, namun di sisi lain telah menjadikan peluang untuk membentuk jiwa yang mandiri, sikap mental yang tangguh, pribadi yang kuat, pantang mundur dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Mobil Dinas Bertanda...
Viral Mobil Dinas Bertanda Bintang 2 Diduga Lawan Arah, Ini Penjelasan TNI AD
Profil Jenderal Kopassus...
Profil Jenderal Kopassus Lucky Avianto, Peraih Adhi Makayasa Akmil 1996 yang Kini Jabat Pangkogabwilhan III
Denpom Periksa Oknum...
Denpom Periksa Oknum Prajurit TNI Todongkan Pistol ke Pengendara di Tangsel
Rekrutmen Transparan,...
Rekrutmen Transparan, Danrem 064/MY Tegaskan Seleksi Bintara dan Tamtama Gratis
TNI Harap Masalah Penjual...
TNI Harap Masalah Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Tak Berlarut: Kesalahpahaman
3 Jabatan di TNI AD...
3 Jabatan di TNI AD Diserahterimakan, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito Resmi Jadi Pangdam XII/Tanjungpura
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Rekomendasi
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
SPMB Jakarta 2026 Resmi...
SPMB Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Pemilihan Sekolah
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved