Saat Petugas Coklit Pilkada Blitar Dikira Tenaga Medis Covid-19
Kamis, 23 Juli 2020 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
"Yang bersangkutan tidak tahu kalau yang datang itu saya, tetangganya sendiri," ujar Heri. Pintu rumah memang dibiarkan terbuka. Namun saat berulangkali mengucap salam, tidak terdengar sahutan dari dalam rumah. "Ada juga yang mengintip dari balik selambu korden. Saya sampai setengah teriak mengatakan kalau yang datang bukan petugas kesehatan," kata Heri.
Banyak warga yang berterus-terang kalau mereka takut didatangi petugas kesehatan. Terutama terkait dengan COVID-19. Itu sebabnya kenapa mereka memilih menghindar saat melihat ada orang berpakaian menyerupai petugas kesehatan.
Fenomena "kucing-kucingan" tersebut ternyata dialami sebagian besar petugas coklit yang bekerja di lapangan. "Tidak saya saja yang mengalami. Rata rata yang lain juga mendapati peristiwa serupa," kata Heri. Karena tugasnya mencoklit harus segera rampung, Heri berinisiatif mengubah penampilan.
Masker tetap dia kenakan sesuai anjuran protokol kesehatan. Namun face shield dan topi dia lepas. Dengan penampilan barunya, menurut Heri, warga menjadi lebih mudah mengenali. Dari jauh mereka sudah tahu kalau dirinya yang datang. "Padahal hanya dicocokkan data pemilihnya dan itu tidak lama," jelas Heri.
Informasi yang dihimpun, coklit data pemilih pilkada Kabupaten Blitar tahun ini berlangsung mulai 15 Juli sampai 31 Agustus.
Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Blitar Priya Hari Santosa, pihaknya mengerahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan.
Banyak warga yang berterus-terang kalau mereka takut didatangi petugas kesehatan. Terutama terkait dengan COVID-19. Itu sebabnya kenapa mereka memilih menghindar saat melihat ada orang berpakaian menyerupai petugas kesehatan.
Fenomena "kucing-kucingan" tersebut ternyata dialami sebagian besar petugas coklit yang bekerja di lapangan. "Tidak saya saja yang mengalami. Rata rata yang lain juga mendapati peristiwa serupa," kata Heri. Karena tugasnya mencoklit harus segera rampung, Heri berinisiatif mengubah penampilan.
Masker tetap dia kenakan sesuai anjuran protokol kesehatan. Namun face shield dan topi dia lepas. Dengan penampilan barunya, menurut Heri, warga menjadi lebih mudah mengenali. Dari jauh mereka sudah tahu kalau dirinya yang datang. "Padahal hanya dicocokkan data pemilihnya dan itu tidak lama," jelas Heri.
Informasi yang dihimpun, coklit data pemilih pilkada Kabupaten Blitar tahun ini berlangsung mulai 15 Juli sampai 31 Agustus.
Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Blitar Priya Hari Santosa, pihaknya mengerahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan.
Lihat Juga :