Anak TK Diduga Dianiaya Guru, Unit PPA Polres Bitung Datangi Sekolah
Rabu, 24 Mei 2023 - 18:12 WIB
loading...
Tim Inafis, dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bitung, mendatangi ruang kelas sekolah taman kanak-kanak (TK) untuk penyelidikan kasus kekerasan terhadap anak. Foto/iNews TV/Francine Darungo
A
A
A
BITUNG - Tim Inafis, bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bitung, mendatangi sebuah sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Bitung. Kedatangan para penyidik ini, buntut dari adanya dugaan kekerasan terhadap anak oleh guru.
Baca juga: YouTube Terdeteksi Loloskan Video Doktrin Kekerasan untuk Anak-anak
Dugaan kekerasan terhadap anak di sekolah TK tersebut, terungkap setelah ada laporan dari orang tua korban. Korban kekerasan anak tersebut, merupakan siswa TK berinisial S yang masih berusia lima tahun.
Sementara guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak, diketahui berinisial SK, dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Bitung. Selain Tim Inafis bersama Unit PPA Satreskri Polres Bitung, sekolah tersebut juga didatangi tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bitung.
Baca juga: Haru dan Bangga! Anak Penggali Kubur Rizal Maulana Lulus Jadi Prajurit TNI AD
Polisi langsung memasang garis polisi di salah satu ruang kelas, yang diduga menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap anak. Polisi juga melakukan penggeledahan, serta memeriksa CCTV yang ada di lingkungan sekolah.
Baca juga: YouTube Terdeteksi Loloskan Video Doktrin Kekerasan untuk Anak-anak
Dugaan kekerasan terhadap anak di sekolah TK tersebut, terungkap setelah ada laporan dari orang tua korban. Korban kekerasan anak tersebut, merupakan siswa TK berinisial S yang masih berusia lima tahun.
Sementara guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak, diketahui berinisial SK, dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Bitung. Selain Tim Inafis bersama Unit PPA Satreskri Polres Bitung, sekolah tersebut juga didatangi tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bitung.
Baca juga: Haru dan Bangga! Anak Penggali Kubur Rizal Maulana Lulus Jadi Prajurit TNI AD
Polisi langsung memasang garis polisi di salah satu ruang kelas, yang diduga menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap anak. Polisi juga melakukan penggeledahan, serta memeriksa CCTV yang ada di lingkungan sekolah.
Lihat Juga :