Pandemi COVID-19, Pemerintah Harus Hadir Agar UMKM Tak Gulung Tikar
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Wakil Dekan Fakultas Ekonomika Bisnis Undip Dr Firmansyah menegaskan bahwa sekarang ini untuk memasarkan sebuah produk saja sangat sulit. “Otomatis dari sisi pendapatan tidak ada, termasuk untuk mendapatkan bahan baku,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati menyebut hingga kini tercatat ada 26.568 UMKM yang terdampak COVID-19. (Baca juga: Kemenag Didesak Segera Bagikan Dana Bantuan ke Ponpes)
Rinciannya, jenis usaha makanan dan mimunam ada 19.175 usaha, pakaian 2.091 usaha, kerajanan tangan (1.059), perdagangan (1.802), jasa (1.066), dan pertanian-peternakan (983) “Bahkan mereka mulai menjual aset karena rata-rata omzet turun 46%,” ungkap Ema.
Namun ia menyampaikan bahwa sokongan anggaran dari pemerintah mutlak dilakukan. Dorongan supaya bank-bank milik BUMD memudahkan pengucuran kredit usaha kecil. (Baca juga: Lima Tenaga Kesehatan Positif COVID-19, Klinik Kesehatan di Gunungkidul Tutup)
“Selain itu pula dorongan agar pemasaran/penjualan melallui layanan e-commerse,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati menyebut hingga kini tercatat ada 26.568 UMKM yang terdampak COVID-19. (Baca juga: Kemenag Didesak Segera Bagikan Dana Bantuan ke Ponpes)
Rinciannya, jenis usaha makanan dan mimunam ada 19.175 usaha, pakaian 2.091 usaha, kerajanan tangan (1.059), perdagangan (1.802), jasa (1.066), dan pertanian-peternakan (983) “Bahkan mereka mulai menjual aset karena rata-rata omzet turun 46%,” ungkap Ema.
Namun ia menyampaikan bahwa sokongan anggaran dari pemerintah mutlak dilakukan. Dorongan supaya bank-bank milik BUMD memudahkan pengucuran kredit usaha kecil. (Baca juga: Lima Tenaga Kesehatan Positif COVID-19, Klinik Kesehatan di Gunungkidul Tutup)
“Selain itu pula dorongan agar pemasaran/penjualan melallui layanan e-commerse,” ujarnya.
(boy)
Lihat Juga :