Gelar Workshop, OMG Sulsel Dorong Peran Petani Cegah Krisis Pangan
Senin, 15 Mei 2023 - 11:45 WIB
loading...
Relawan OMG menggelar workshop pertanian di Desa Cempa, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Minggu (14/5/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
PINRANG - Relawan Orang Muda Ganjar (OMG) Sulsel mendorong peran kelompok tani untuk mencegah krisis pangan. Hal tersebut disampaikan dalam workshop pertanian di Desa Cempa, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Minggu (14/5/2023).
Korwil OMG Sulsel Rais Razak mengatakan, krisis pangan merupakan isu tantangan yang akan dihadapi Indonesia beberapa waktu ke depan. Untuk mencegah hal itu, para petani harus mengambil peran penting lewat peningkatan produksi dan hasil panen.
Dalam workshop tersebut juga dilakukan penyuluhan penggunaan pupuk cair organik yang dinilai sangat baik untuk tanaman. "Untuk para petani bisa bekerja lebih produktif dan agar petani mempunyai solusi untuk menjawab tantangan yang ada di depan. Untuk memaksimalkan ketahanan pangan," ujarnya.
Pupuk cair organik memiliki keunggulan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Pupuk jenis ini juga mengandung vitamin, protein, dan mineral yang diformulasikan untuk merangsang pertumbuhan daun, buah, serta buah.
"Untuk pembuatan pupuk ini, kami ambil pupuk biourine. Biourine ini berasal dari kotoran (dan urine) sapi, kerbau, dan lain-lain. Ini yang bisa diproduksi secara mandiri oleh para petani, dan tidak menggunakan pupuk dengan banyak bahan kimia," jelasnya.
Korwil OMG Sulsel Rais Razak mengatakan, krisis pangan merupakan isu tantangan yang akan dihadapi Indonesia beberapa waktu ke depan. Untuk mencegah hal itu, para petani harus mengambil peran penting lewat peningkatan produksi dan hasil panen.
Dalam workshop tersebut juga dilakukan penyuluhan penggunaan pupuk cair organik yang dinilai sangat baik untuk tanaman. "Untuk para petani bisa bekerja lebih produktif dan agar petani mempunyai solusi untuk menjawab tantangan yang ada di depan. Untuk memaksimalkan ketahanan pangan," ujarnya.
Pupuk cair organik memiliki keunggulan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Pupuk jenis ini juga mengandung vitamin, protein, dan mineral yang diformulasikan untuk merangsang pertumbuhan daun, buah, serta buah.
"Untuk pembuatan pupuk ini, kami ambil pupuk biourine. Biourine ini berasal dari kotoran (dan urine) sapi, kerbau, dan lain-lain. Ini yang bisa diproduksi secara mandiri oleh para petani, dan tidak menggunakan pupuk dengan banyak bahan kimia," jelasnya.
Lihat Juga :