Gerak Cepat Bupati JR Saragih Tangani Covid-19 di Simalungun
Rabu, 22 Juli 2020 - 17:20 WIB
loading...
Bupati JR Saragih didampingi Direktur RSUD Perdagangan, Maslina Sipayung memberikan bingkisan kepada pasien Covid-19 yang sembuh. (Foto : SINDONews/Ricky F.Hutapea)
A
A
A
SIMALUNGUN - Presiden Joko Widodo menetapkan virus Covid-19 yang melanda negara Republik Indonesia sebagai bencana nasional non alam melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2020.
Keputusan itu membuat seluruh pemerintahan mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota di Indonesia, wajib melakukan langkah-langkah pencegahan penularan dan penanganan medis bagi warga yang dinyatakan positif Covid 19.
Pemkab Simalungun yang dipimpin Bupati JR Saragih termasuk salah satu pemerintah daerah yang langsung melakukan langkah cepat untuk penanggulangan pasien dan pencegahan penularan virus Covid 19. BACA JUGA : Ikut Menganiaya 2PersonelPolri, Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka
Di bawah kendali Bupati JR Saragih, Pemkab Simalungun pada bulan Maret 2020 langsung membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid 19 Simalungun.
Tim yang dipimpin JR Saragih dan sekretaris Sekdakab Simalungun Mixnon Andreas Simamora mempersiapkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk penanganan pasien Covid 19 dan upaya-upaya pencegahan penularan.
Pemkab Simalungun mempersiapkan tiga rumah sakit yaitu RSUD Perdagangan,RSUD Tuan Rondahaim di Raya dan RSUD Parapat sebagai rumah sakit penanganan pasien Covid 19 meski belum menjadi rumah sakit rujukan, namun JR mempersiapkannya sebagai tempat penanganan sementara bagi pasien yang terindikasi hasil rapid test.
Selain itu JR juga mempersiapkan puluhan ribu masker gratis untuk dibagikan ke warga di seluruh kecamatan, dan ratusan ribu paket sembako bagi masyarakat yang menjalani isolasi dan terdampak ekonominya di tengah pandemi Covid 19.
Untuk memaksimalkan penanganan pasien Covid 19,Bupati JR Saragih melakukan langkah berani pada pertengahan Maret 2020, dengan menyiapkan RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid 19 dari Puskesmas,meski saat itu bukan merupakan rumah sakit rujukan yang ditetapkan pemerintah. BACA JUGA : Penyuluh Pertanian di Sumut Ikut Pelatihan TOT SIMURP
Terobosan itu dilakukanya semata-mata untuk mempercepat dan memaksimalkan penanganan warga kabupaten Simalungun yang harus dirawat karena tertular Covid 19.
"Wilayah kabupaten Simalungun sangat luas,sehingga jika pasien positif harus dikirim atau dirujuk ke rumah sakit rujukan di Medan, akan memakan waktu lama, jadi jika RSUD Perdagangan dijadikan rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid 19 dari Puskesmas penanganannya bisa lebih cepat dan optimal dilakukan," kata JR kepada Koran SINDO belum lama ini.
Dalam waktu singkat JR langsung memimpin persiapan RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit yang memenuhi standart untuk penanganan pasien Covid 19 ,baik kesiapan faislitas dan tim medis yang dibutuhkan.
JR juga memperjuangkan dijadikannya,RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid 19, yang ditetapkan pemerintah.
Akhirnya melalui keputusan Gubernur Sumatera Utara nomor 188.44/217/KTPS/2020 tanggal 9 April 2020,RSUD Perdagangan resmi ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid 19 di Sumatera Utara.
Pada 8 Juni 2020,JR juga sukses membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perdagangan memiliki laboratorium uji swab dengan Test Cepat Molekuler (TCM). BACA JUGA : Pungli Honorer, Kepala UPT PU Medan Ditahan Kejari Belawan
Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan dengan adanya alat pemeriksaan cepat tersebut penanganan pasien Covid 19 diharapkan bisa dilakukan lebih optimal lagi tanpa harus mengirim sample ke Medan atau Jakarta lagi.
"Pengadaan laboratorium swab Covid-19 merupakan salah satu komitmen Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 untuk lebih optimal lagi melakukan penanganan pasien di RSUD Perdagangan," sebut JR.
Setelah RSUD Perdagangan menjadi rumah sakit rujukan,JR juga mempersiapkan rumah sakit fasilitas khusus Covid 19 di Batu 20,kecamatan Panei, untuk pasien yang menjalani isolasi baik pasien tanpa gejala atau yang baru datang dari daerah atau negara yang terjangkit pandemi Covid 19.
Hingga saat ini RSUD Perdagangan, RSUD Tuan Rondaihaim, RSU Parapat dan RS Fasilitas Khusus Covid-19 di Batu 20 sudah menangani banyak pasien corona dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Toba, Tebing Tinggi dan Kota Pematangsiantar.
JR menambahkan fasilitas penanganan Covid 19 mulai dari rumah sakit,dan fasilitas lainnya termasuk mempersiapkan Posko-Posko Covid 19 di sejumlah titik, semata-mata merupakan tanggung jawab pemerintah daerah menyelamatkan masyarakatnya yang menjadi korban virus Corona.
Kepala Dinas Kominfo Pemkab Simalungun, Wasin Sinaga,MH menambahkan hingga saat ini, data terakhir 19 Juli 2020 yang diterima Koran SINDO, dari 115 pasien positif Covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Simalungun sudah sembuh 53 orang, dan 45 dalam perawatan, 6 meninggal dan selebihnya menjalani isolasi karena orang tanpa gejala (OTG).
"Pasien positif Covid 19 yang ditangani di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Simalungun jumlahnya terus meningkat, dan per tanggal 19 Juli 2020 totalnya menjadi 53 orang dan dipulangkan dengan tradisi pemakaian ulos sehingga diharapkan pasien sembuh kembali semangat menjalani aktivitas sehari-hari," tutur Wasin.
Percepatan penanganan virus Covid-19 di Kabupaten Simalungun dinilai sudah dilakukan secara terpadu dan sesuai dengan keinginan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pusat.
Hal itu disampaikan Mayjen TNI (Purn) Dahlan Harahap saat melakukan kunjungan kerja ke Posko Tim (TGTPP) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Simalungun di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Selasa (26/5/2020) lalu.
Keputusan itu membuat seluruh pemerintahan mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota di Indonesia, wajib melakukan langkah-langkah pencegahan penularan dan penanganan medis bagi warga yang dinyatakan positif Covid 19.
Pemkab Simalungun yang dipimpin Bupati JR Saragih termasuk salah satu pemerintah daerah yang langsung melakukan langkah cepat untuk penanggulangan pasien dan pencegahan penularan virus Covid 19. BACA JUGA : Ikut Menganiaya 2PersonelPolri, Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka
Di bawah kendali Bupati JR Saragih, Pemkab Simalungun pada bulan Maret 2020 langsung membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid 19 Simalungun.
Tim yang dipimpin JR Saragih dan sekretaris Sekdakab Simalungun Mixnon Andreas Simamora mempersiapkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk penanganan pasien Covid 19 dan upaya-upaya pencegahan penularan.
Pemkab Simalungun mempersiapkan tiga rumah sakit yaitu RSUD Perdagangan,RSUD Tuan Rondahaim di Raya dan RSUD Parapat sebagai rumah sakit penanganan pasien Covid 19 meski belum menjadi rumah sakit rujukan, namun JR mempersiapkannya sebagai tempat penanganan sementara bagi pasien yang terindikasi hasil rapid test.
Selain itu JR juga mempersiapkan puluhan ribu masker gratis untuk dibagikan ke warga di seluruh kecamatan, dan ratusan ribu paket sembako bagi masyarakat yang menjalani isolasi dan terdampak ekonominya di tengah pandemi Covid 19.
Untuk memaksimalkan penanganan pasien Covid 19,Bupati JR Saragih melakukan langkah berani pada pertengahan Maret 2020, dengan menyiapkan RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid 19 dari Puskesmas,meski saat itu bukan merupakan rumah sakit rujukan yang ditetapkan pemerintah. BACA JUGA : Penyuluh Pertanian di Sumut Ikut Pelatihan TOT SIMURP
Terobosan itu dilakukanya semata-mata untuk mempercepat dan memaksimalkan penanganan warga kabupaten Simalungun yang harus dirawat karena tertular Covid 19.
"Wilayah kabupaten Simalungun sangat luas,sehingga jika pasien positif harus dikirim atau dirujuk ke rumah sakit rujukan di Medan, akan memakan waktu lama, jadi jika RSUD Perdagangan dijadikan rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid 19 dari Puskesmas penanganannya bisa lebih cepat dan optimal dilakukan," kata JR kepada Koran SINDO belum lama ini.
Dalam waktu singkat JR langsung memimpin persiapan RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit yang memenuhi standart untuk penanganan pasien Covid 19 ,baik kesiapan faislitas dan tim medis yang dibutuhkan.
JR juga memperjuangkan dijadikannya,RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid 19, yang ditetapkan pemerintah.
Akhirnya melalui keputusan Gubernur Sumatera Utara nomor 188.44/217/KTPS/2020 tanggal 9 April 2020,RSUD Perdagangan resmi ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid 19 di Sumatera Utara.
Pada 8 Juni 2020,JR juga sukses membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perdagangan memiliki laboratorium uji swab dengan Test Cepat Molekuler (TCM). BACA JUGA : Pungli Honorer, Kepala UPT PU Medan Ditahan Kejari Belawan
Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan dengan adanya alat pemeriksaan cepat tersebut penanganan pasien Covid 19 diharapkan bisa dilakukan lebih optimal lagi tanpa harus mengirim sample ke Medan atau Jakarta lagi.
"Pengadaan laboratorium swab Covid-19 merupakan salah satu komitmen Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 untuk lebih optimal lagi melakukan penanganan pasien di RSUD Perdagangan," sebut JR.
Setelah RSUD Perdagangan menjadi rumah sakit rujukan,JR juga mempersiapkan rumah sakit fasilitas khusus Covid 19 di Batu 20,kecamatan Panei, untuk pasien yang menjalani isolasi baik pasien tanpa gejala atau yang baru datang dari daerah atau negara yang terjangkit pandemi Covid 19.
Hingga saat ini RSUD Perdagangan, RSUD Tuan Rondaihaim, RSU Parapat dan RS Fasilitas Khusus Covid-19 di Batu 20 sudah menangani banyak pasien corona dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Toba, Tebing Tinggi dan Kota Pematangsiantar.
JR menambahkan fasilitas penanganan Covid 19 mulai dari rumah sakit,dan fasilitas lainnya termasuk mempersiapkan Posko-Posko Covid 19 di sejumlah titik, semata-mata merupakan tanggung jawab pemerintah daerah menyelamatkan masyarakatnya yang menjadi korban virus Corona.
Kepala Dinas Kominfo Pemkab Simalungun, Wasin Sinaga,MH menambahkan hingga saat ini, data terakhir 19 Juli 2020 yang diterima Koran SINDO, dari 115 pasien positif Covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Simalungun sudah sembuh 53 orang, dan 45 dalam perawatan, 6 meninggal dan selebihnya menjalani isolasi karena orang tanpa gejala (OTG).
"Pasien positif Covid 19 yang ditangani di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Simalungun jumlahnya terus meningkat, dan per tanggal 19 Juli 2020 totalnya menjadi 53 orang dan dipulangkan dengan tradisi pemakaian ulos sehingga diharapkan pasien sembuh kembali semangat menjalani aktivitas sehari-hari," tutur Wasin.
Percepatan penanganan virus Covid-19 di Kabupaten Simalungun dinilai sudah dilakukan secara terpadu dan sesuai dengan keinginan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pusat.
Hal itu disampaikan Mayjen TNI (Purn) Dahlan Harahap saat melakukan kunjungan kerja ke Posko Tim (TGTPP) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Simalungun di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Selasa (26/5/2020) lalu.
(zai)
Lihat Juga :