Kisah Misteri Kerajaan Sengguruh di Akhir Kejayaan Majapahit
Kamis, 11 Mei 2023 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
"Di era sebelum dinasti Girindrawardhana, kerajaan bawahan Majapahit di Malang hanya Tumapel dan Kabalan, Sengguruh tidak pernah disebut-sebut menjadi kekuasaan Majapahit, tidak di era-era dinasti Sangramawijaya. Kerajaan ini baru hadir di masa Majapahit akhir," tuturnya.
Namun kemungkinan Kerajaan Sengguruh ini didirikan oleh tokoh-tokoh dari dua kerajaan bawahan Majapahit di Malang yakni Tumapel dan Kabalan, Dwi Cahyono belum dapat memastikannya.
Baca juga: Ini Ramalan Ranggawarsita mengenai Pemimpin Indonesia, dari Bung Karno hingga yang Paling Ditunggu
Menariknya, salah satu raja di Kerajaan Sengguruh bernama Raden Pramana dikisahkan masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Kerajaan Majapahit.
"Jadi Kerajaan Sengguruh memang masih menjadi tanda tanya, dalam kaitan asal Majapahit sebelumnya yaitu Tumapel dan Kabalan, apakah ini relokasi dari pusat kekuasaan yang di sebelah utara, ada nagari Tumapel dan nagari Kabalan, baru dua nagari itu diintegrasikan menjadi Sengguruh, boleh dikatakan ini merupakan sisa-sisa dari kekuatan Hindu yang basisnya memang di Malang," jelas pengajar sejarah di Universitas Negeri Malang ini.
Namun kemungkinan Kerajaan Sengguruh ini didirikan oleh tokoh-tokoh dari dua kerajaan bawahan Majapahit di Malang yakni Tumapel dan Kabalan, Dwi Cahyono belum dapat memastikannya.
Baca juga: Ini Ramalan Ranggawarsita mengenai Pemimpin Indonesia, dari Bung Karno hingga yang Paling Ditunggu
Menariknya, salah satu raja di Kerajaan Sengguruh bernama Raden Pramana dikisahkan masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Kerajaan Majapahit.
"Jadi Kerajaan Sengguruh memang masih menjadi tanda tanya, dalam kaitan asal Majapahit sebelumnya yaitu Tumapel dan Kabalan, apakah ini relokasi dari pusat kekuasaan yang di sebelah utara, ada nagari Tumapel dan nagari Kabalan, baru dua nagari itu diintegrasikan menjadi Sengguruh, boleh dikatakan ini merupakan sisa-sisa dari kekuatan Hindu yang basisnya memang di Malang," jelas pengajar sejarah di Universitas Negeri Malang ini.
Lihat Juga :