alexa snippet

Ketua KNPI Sumut Ditahan Polda Terkait Postingan di Facebook

Ketua KNPI Sumut Ditahan Polda Terkait Postingan di Facebook
(ilustrasi.Sindonews)
A+ A-
MEDAN - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut Dody Sutanto (34), ditahan penyidik Sub Direktorat II/Cyber Crime Polda Sumut atas kasus pencemaran nama baik terhadap H Anif, Jumat 11 Maret 2016.

Penahanan itu dilakukan, setelah penyidik memeriksa yang bersangkutan sebanyak dua kali. Didampingi kuasa hukumnya, Dody tiba di Polda Sumut pada pukul 10.00 WIB dengan mengenakan baju koko biru dan celana hitam.

"Setelah diperiksa, tersangka akan langsung kita tahan," kata Kasubdit Cyber Crime Polda Sumut, AKBP Yemmi Mandagi.

Menurut Yemmi Mandagi, alasan penahanan itu karena sudah  kuat dan memenuhi alat bukti permulaan yang cukup, yakni akun facebook miliknya (Dodi Sutanto) yang sudah di print out  dan copy berita yang diserahkan pelapor, diperkuat dengan keterangan saksi-saksi.

"Berita yang menyangkut H Anif, diperoleh Dodi Sutanto dari media online yakni Medan Seru. Kemudian, tersangka memposting berita itu dan menyebarkannya. Itu diakui tersangka sebagaimana pada hasil pemeriksaan," ujarnya.

Namun, sambung dia, tersangka sudah tidak ingat lagi alat yang digunakan untuk menyebar luaskan isi berita tersebut. Apakah melalui HP atau Laptop." Yang jelas tersangka mengakui menyebar luaskan isi berita itu," sebutnya.

Ditanya mengenai adanya protes dari tersangka melalui kuasa hukumnya atas tindakan penyidik yang dinilai melanggar pasal 72 KUHPidana (delik aduan absolut) serta Surat Keputusan (SK) Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 50 tahun 2008 yang menyebutkan pengadu tidak dapat diwakilkan, Yemmi Mandagi mengaku, tidak harus yang merasa dirugikan membuat pengaduan, tapi bisa diwakilkan atau dikuasakan.

"Kalau yang bersangkutan berhalangan bisa diwakilkan atau dikuasakan dan yang bersangkutan (H Anif) ada membuat surat ke kita (penyidik) dengan alasan tidak dapat secara langsung membuat pengaduan. Dan, setelah kita terima laporan dari kuasa hukumnya, kemudian yang bersangkutan (H Anif) sudah kita mintai keterangan dalam bentuk BAP," ucap dia.

Dengan adanya upaya kuasa hukum tersangka mempra[eradilankan Polda Sumut, perwira dua melati dipundak itu mengatakan, tidak masalah dan hak dari kuasa hukum.

"Tidak masalah, jika kita di Praperadilankan, itu hak mereka. Tapi yang pasti, penerapan status tersangka atas nama Dodi Sutanto, dapat kami pertanggungjawabkan di depan hukum," terangnya.

Dalam kasus tersebut, Dody Sutanto dipersalahkan melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun.

Terpisah, Hadiningtyas mengatakan, penetapan tersangka itu dinilainya sangat janggal dan terkesan dipaksakan penyidik.

"Dalam kasus ini pasti ada unsur pemaksaan, mereka (Penyidik Polda Sumut) tidak menguasai teknologi, sehingga tidak mengerti dunia maya dan Harcker (peretas akun) facebook milik klien saya," kata dia.
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top