Tak Punya Ambisi Politik, Erick Thohir Lebih Independen Diusung Jadi Cawapres
Kamis, 27 April 2023 - 18:19 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir dinilai oleh Pengamat Politik Perfekto untuk Indonesia Amir Faisal mampu mengeratkan koalisi partai pengusung di Pilpres 2024 mendatang sebagai cawapres. (Ist)
A
A
A
BANTEN - Menteri BUMN yang juga Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir dinilai oleh Pengamat Politik Perfekto untuk Indonesia Amir Faisal mampu mengeratkan koalisi partai pengusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Ia mengatakan hal ini lantaran hingga saat ini pemimpin andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut tidak terikat dengan partai politik manapun.
“Erick Thohir berasal dari kalangan profesional sehingga mempermudah dalam mempererat dan merawat partai koalisi nantinya,” terang Amir Faisal.
Merujuk kepada konstitusi Indonesia saat ini, pengusungan capres dan cawapres saat ini membutuhkan presidential threshold minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPR. Merujuk kepada jumlah kursi di DPR saat ini, hanya PDI Perjuangan saja yang mampu mengusung capres sekaligus cawapres.
Sedangkan partai lainnya perlu berkoalisi dengan partai lain agar bisa mengusung capres ataupun cawapres. Berkaca kepada sejarah Pilpres Indonesia, satu partai politik yang berkuasa pun akan susah untuk menang tanpa berkoalisi.
Dengan ini, koalisi bersama partai lain menjadi syarat tidak tertulis agar partai politik bisa memperoleh kemenangan di dalam pilpres. Karenanya di Pilpres 2024 mendatang partai – partai akan membuat koalisi untuk menjadi pemenang.
Berdasarkan hal tersebut sosok pengerat dan pemersatu koalisi menjadi penting untuk diusung. Hal ini bertujuan agar sosok yang diusung dapat mempersatukan kepentingan dari berbagai parpol jika terpilih menjadi pemimpin selanjutnya.
Ia mengatakan hal ini lantaran hingga saat ini pemimpin andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut tidak terikat dengan partai politik manapun.
“Erick Thohir berasal dari kalangan profesional sehingga mempermudah dalam mempererat dan merawat partai koalisi nantinya,” terang Amir Faisal.
Merujuk kepada konstitusi Indonesia saat ini, pengusungan capres dan cawapres saat ini membutuhkan presidential threshold minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPR. Merujuk kepada jumlah kursi di DPR saat ini, hanya PDI Perjuangan saja yang mampu mengusung capres sekaligus cawapres.
Sedangkan partai lainnya perlu berkoalisi dengan partai lain agar bisa mengusung capres ataupun cawapres. Berkaca kepada sejarah Pilpres Indonesia, satu partai politik yang berkuasa pun akan susah untuk menang tanpa berkoalisi.
Dengan ini, koalisi bersama partai lain menjadi syarat tidak tertulis agar partai politik bisa memperoleh kemenangan di dalam pilpres. Karenanya di Pilpres 2024 mendatang partai – partai akan membuat koalisi untuk menjadi pemenang.
Berdasarkan hal tersebut sosok pengerat dan pemersatu koalisi menjadi penting untuk diusung. Hal ini bertujuan agar sosok yang diusung dapat mempersatukan kepentingan dari berbagai parpol jika terpilih menjadi pemimpin selanjutnya.
Lihat Juga :