Anak-anak Logam Menanti Kepingan Rezeki di Tepian Pelabuhan Bakauheni
Jum'at, 21 April 2023 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
"Baru nyebur dua kali, ini baru dapat Rp100 ribu," ujar Bagus bahagia, Jumat (21/4/2023). Bagus mengungkapkan, pada momen mudik lebaran seperti ini, pendapatannya sebagai anak logam akan mengalami peningkatan.
Bahkan dia mengaku bisa mendapatkan uang Rp1 juta dalam satu hari. "Kalau arus mudik gini dalam sehari bisa sampai Rp500 ribu. Nanti waktu arus balik biasanya bisa sampai Rp1 juta dalam satu hari," kata Bagus.
Bagus mengaku lebih dari 10 tahun atau sejak kelas enam sekolah dasar sudah menjadi anak logam di Pelabuhan Bakauheni. Menurut Bagus, dia bisa berenang di laut secara otodidak, dan ikut-ikutan temannya saja.
Baca juga: Bantul Gempar! Bentrokan 2 Kelompok Pemuda Pecah, 1 Motor Dibakar
Saat pertama kali ikut temannya beraksi, Bagus mengaku memberanikan diri terjun ke laut dan menjadi anak logam. "Waktu itu tidak ada yang ngajari, ikut-ikutan saja. Awalnya takut waktu pertama itu, tapi sekarang sudah biasa," ucapnya.
Selama 10 tahun lebih menjadi anak logam, Bagus mengaku banyak pengalaman yang didapatnya mulai dari suka maupun duka. "Kalau kenangannya banyak, susah senang kita di sini. Senangnya itu kita bisa kumpul bareng teman-teman seperjuangan cari uang di sini," ungkapnya.
"Kalau susahnya kadang pernah juga tidak dapat uang sama sekali, sering ditegur juga sama petugas. Ya sudah menjadi risiko," imbuh Bagus. Meski demikian, dia bersyukur uang yang didapat bisa membantu kebutuhan ekonomi keluarga di rumahnya, dan sebagian ditabung.
Bahkan dia mengaku bisa mendapatkan uang Rp1 juta dalam satu hari. "Kalau arus mudik gini dalam sehari bisa sampai Rp500 ribu. Nanti waktu arus balik biasanya bisa sampai Rp1 juta dalam satu hari," kata Bagus.
Bagus mengaku lebih dari 10 tahun atau sejak kelas enam sekolah dasar sudah menjadi anak logam di Pelabuhan Bakauheni. Menurut Bagus, dia bisa berenang di laut secara otodidak, dan ikut-ikutan temannya saja.
Baca juga: Bantul Gempar! Bentrokan 2 Kelompok Pemuda Pecah, 1 Motor Dibakar
Saat pertama kali ikut temannya beraksi, Bagus mengaku memberanikan diri terjun ke laut dan menjadi anak logam. "Waktu itu tidak ada yang ngajari, ikut-ikutan saja. Awalnya takut waktu pertama itu, tapi sekarang sudah biasa," ucapnya.
Selama 10 tahun lebih menjadi anak logam, Bagus mengaku banyak pengalaman yang didapatnya mulai dari suka maupun duka. "Kalau kenangannya banyak, susah senang kita di sini. Senangnya itu kita bisa kumpul bareng teman-teman seperjuangan cari uang di sini," ungkapnya.
"Kalau susahnya kadang pernah juga tidak dapat uang sama sekali, sering ditegur juga sama petugas. Ya sudah menjadi risiko," imbuh Bagus. Meski demikian, dia bersyukur uang yang didapat bisa membantu kebutuhan ekonomi keluarga di rumahnya, dan sebagian ditabung.
(eyt)
Lihat Juga :