Kisah Kesaktian Tombak Kiai Pleret Mencabut Nyawa Raja Jipang Arya Penangsang
Sabtu, 08 April 2023 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian putra Ki Gede Pamanahan, Sutawijaya, melanjutkan pertempuran dengan bersenjatakan tombak Kiai Pleret, sedangkan kedua kakaknya melindunginya. Kiai Juru Martani dengan cerdiknya melepaskan seekor kuda betina, sehingga kuda jantan Arya Penangsang menjadi liar.
Baca juga: Sadis! Suami di Kendal Aniaya Istri Pakai Linggis hingga Tewas, Lalu Gantung Diri
Tetapi Sutawijaya, yang menunggang kuda kecil bersurai pendek, hampir saja terjatuh. Semenjak itu semua keturunan Sutawijaya tidak boleh menunggang kuda yang demikian dalam berperang. Sekuel peperangan ini kurang, dijelaskan lengkap pada Serat Kandha.
Setelah itu Sutawijaya turun dari kudanya dan berhasil membunuh Arya Penangsang dengan tombaknya yang keramat. Sebagian ujung tombak itu patah. Mayat Penangsang dirawat oleh orang-orang dari Sela. Ki Mataun yang datang terlambat diserang dan dibunuh. Kepalanya ditancapkan di atas sepotong bambu yang dipancangkan di tepi sungai, tentara Jipang akhirnya menyerah.
Baca juga: Sadis! Suami di Kendal Aniaya Istri Pakai Linggis hingga Tewas, Lalu Gantung Diri
Tetapi Sutawijaya, yang menunggang kuda kecil bersurai pendek, hampir saja terjatuh. Semenjak itu semua keturunan Sutawijaya tidak boleh menunggang kuda yang demikian dalam berperang. Sekuel peperangan ini kurang, dijelaskan lengkap pada Serat Kandha.
Setelah itu Sutawijaya turun dari kudanya dan berhasil membunuh Arya Penangsang dengan tombaknya yang keramat. Sebagian ujung tombak itu patah. Mayat Penangsang dirawat oleh orang-orang dari Sela. Ki Mataun yang datang terlambat diserang dan dibunuh. Kepalanya ditancapkan di atas sepotong bambu yang dipancangkan di tepi sungai, tentara Jipang akhirnya menyerah.
(eyt)
Lihat Juga :