Warung Remang-remang di Ponorogo Ditutup, Massa Geruduk Balai Desa
Kamis, 30 Maret 2023 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia, Ini Komentar Marselino Ferdinand ke Ganjar Pranowo
Pemilik warung remang-remang dan para pekerja warung tersebut, sempat membentangkan poster-poster di halaman Balai Desa Ngrupit. Saat dialog berlangsung, massa berupaya merangsek masuk ke dalam ruang kerja Kepala Desa Ngrupit.
Salah seorang pemilik warung, Septi Marlina mengatakan, para pedagang tidak setuju warung-warung tersebut dibongkar, karena menjadi tambatan hidup. "Di sini ada sekitar 50 warung, pekerjanya ada 70 orang. Kalau ditutup, kami semua mau bekerja apalagi," tegasnya.
![Warung Remang-remang di Ponorogo Ditutup, Massa Geruduk Balai Desa]()
Selama ini, kata Septi, setiap pemilik warung selalu membayar iuran sebesar Rp35 ribu per bulan. Masih ada lagi pajak tahunan yang harus dibayarkan. Nilai retribusi dan pajak yang masuk ke Pemerintah Desa Ngrupit, diyakininya mencapai puluhan juta.
Pemilik warung remang-remang dan para pekerja warung tersebut, sempat membentangkan poster-poster di halaman Balai Desa Ngrupit. Saat dialog berlangsung, massa berupaya merangsek masuk ke dalam ruang kerja Kepala Desa Ngrupit.
Salah seorang pemilik warung, Septi Marlina mengatakan, para pedagang tidak setuju warung-warung tersebut dibongkar, karena menjadi tambatan hidup. "Di sini ada sekitar 50 warung, pekerjanya ada 70 orang. Kalau ditutup, kami semua mau bekerja apalagi," tegasnya.

Selama ini, kata Septi, setiap pemilik warung selalu membayar iuran sebesar Rp35 ribu per bulan. Masih ada lagi pajak tahunan yang harus dibayarkan. Nilai retribusi dan pajak yang masuk ke Pemerintah Desa Ngrupit, diyakininya mencapai puluhan juta.
Lihat Juga :